Kerugian Mereka yang puasa tapi tidak mendapatkan pahala puasa | Taujih Mudir

30

 

( رب صائم حظه من صيامه الجوع و العطش (الترغيب و الترهيب, صحيح)

Berapa banyak orang yang shiyam bagiannya hanya lapar dan dahaga (shahih Targhib dan tarhib)

Ibadah Ramadhan adalah ibadah spesial bagi ummat Islam. Sebulan penuh diminta untuk taat pada Ar Rahman dengan meninggalkan hal hal yang pada bulan lainnya dihalalkan. Ibadah yang seharusnya bisa mengantarkan pelakunya pada derajat ketakwaan.

Hanya, realita yang terjadi, ibadah shiyam ini ternyata tidak banyak membawa bekas kepada para pelakunya. Seakan Ramadhan hanya untuk melaksanakan kewajibanmeninggalkan makan dan minum. Tetapi rahasia rahasia hikmah dari ibadah agung ini kurang tergali dan terealisasikan.

Seharusnya pelaku shiyam Ramadhan ini semakin menguat rasa ikhlasnya karena ia dilatih shiyam tanpa pamrih , kecuali hanya dipersembahkan untuk Rabbnya. Shiyam juga melatih pelakunya untuk menahan diri dari sifat sifat buruk seperti amarah, mencela kehormatan mukmin, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Karena esensinya bukan sekedar tidak makan dan minum tetapi menahan hawa nafsu dari segala keburukan.

Shiyam juga seharusnya menguatkan sikap kasih sayang kepada sesama, terutama kepada fakir miskin, karena ia telah merasakan bertapa rasa lapar menerpanya saa melakukan shiyam. Lalu bagaiimana halnya dengan kaum papa yang kadang kesehariannya tidak berteman makan dan minuman?

Kejujuran juga mestinya menjadi hiasan ahli shiyam. Ia telah jujur kepada Allah, tidak mau memanipulasi shiyamnya dengan minum air di kamar mandi misalnya. Ia relalapardan haus demi menggapai ridha Ar rahman. Maka kepada siapapun kejujuran menjadi kebiasaannya.

 

Namun realita kaum muslimin pelaku tarbiyah ramadhan setiap tahun, ternyata masih banyak yang jauh panggang daripada api. Betapa kita saksikan aksi penipuan dan pencitraan masih mendominasi kehidupan muslim. Apalagi jika melihat ke dunia politik. Tentu hal tersebut menjadi satu kelaziman. Yang penting meraih kemenangan. Bukan bagaiamana memenangkan agamanya, tetapi memenangkan kelompok dan kepentingannya.

Demikian pula sikap ego kelompok yang akhirnya tega menjatuhkan kehormatan muslim lainnya masih cukup nyaring terdengar, bahkan bukan di level awam muslim. Melainkan kelompok kelompok kajian yang saling menjatuhkan. Asal tidak sesuai dengan yang ia pahami, dengan mudah menuduh kelompok lain sebagai kelompok sesat, khawarij, anjing anjing neraka dan sederet tuduhan lain tanpa klarifikasi.

Realita realita tersebut menunjukkan buah tarbiyah Ramadhan perlu ditingkatkan. Oleh karena itu marilah sedari sekarang bersiap menghadapi tarbiyah Ramadhan. Agar muncul alumni alumni Ramadhan yang betul betul meningkat derajat taqwa, keimanan dan akhlak kesehariannya.

Diedit dan di publikasikan oleh hafidzbey

www.majalahtaujih.com

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.