20 Sifat Kaum Munafik Yang Wajib Untuk Kita Hindari

185

Sifat-sifat Orang-orang Munafik Yang wajib untuk kita hindari

Banyak sekali sifat-sifat tercela yang harus dihindari oleh seorang muslim sejati. Diantaranya adalah sifat-sifat yang ada didalam diri orang munafik, tentu kita sebagi seorang muslim tidak ingin terjerumus kedalam nerakaNya karena adanya sifat-sifat kaum munafik yang melekat didalam diri kita.

Kita berdoa kepada Allah SWT semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat nifak yang ada didalam diri kita. Kita memohon kepada Allah swt agar menjadikan kita mukmin sejati yang mampu untuk menjauhi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafik.

Allah menyebutkan kata nifak berikut beberapa pecahan katanya sebanyak 37 kali dlm beberapa surat yg berbeda-beda yaitu surat Ali Imron, al Hasyr dll. Hal ini menjadi indikasi betapa berbahayanya kaum munafik terhadap masyarakat dan agama Allah. Kita memohon kpd Allah agar menyelamatkan diri kita dari bahaya kaum munafik.

Berikut di antara Sifat orang munafik menurut Al Qur’an:

Alquranulkarim yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabiNya Muhammad SAW telah menjelaskan dengan detail dan sangat rinci akan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafik.

Dengan segala hikmahNya Allah Swt menjelaskan kepada kita para hamba-hambanya untuk selalu menjauhi sifat-sifat kaum munafik. Berikut ini kami ringkaskan 20 Sifat Kaum Munafik Yang Wajib Untuk Kita Hindari agar kita menjadi seorang mukmin yang sejati dan tidak terkontaminasi oleh penyakit-penyakit nifak.

1. Suka berdusta :

Ibnu Taimiyah رحمه الله menjelaskan,”Dusta adalah salah satu pilar kekafiran.” Beliau juga menjelaskan bahwa apabila Allah menyebut kata munafik dlm al Qur’an, maka selalu saja menyebutkan kata dusta bersamanya. Dan apabila Allah menyebutkan kata dusta, maka selalu saja diiringi dgn kata munafik.

Allah berfirman :

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Mereka menipu Allah dan orang-orang yg beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tdk sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yg pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS al Baqoroh 9-10)

Bila Allah menyebutkan kata nifak, maka biasanya Allah juga menyebutkan karakter ‘jarang berdzikir’. Sementara, bila Allah menyebutkan kata iman, maka biasanya Allah menyebutkan juga kata dzikir kpd Allah.

Allah berfirman :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An Nisa’ 142)

Dan Kemudian Allah SWT Berfirman di ayat yang lain :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yg beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yg membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yg rugi.

(QS al Munafiqun 9)

Allah menepis sifat kemunafikan dari diri orang-orang beriman, dgn menyebutkan bahwa mereka suka berdzikir kpd-Nya. Sementara kaum munafik, Allah gambarkan sebagai orang-orang yg jarang berdzikir.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk.

 

20 Sifat Kaum Munafik Yang Wajib Untuk Kita Hindari

 

 

2. Malas Beribadah

 

Allah berfirman :

وإذا قاموا الى الصلاة قاموا كسالى

Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dgn malas.

( QS an Nisa’ 142 )

Kalau kita melihat adanya orang yg bermalas-malasan saat melaksanakan sholat, dlm berlomba-lomba meraih shof pertama, berdzikir, berdakwah, menuntut ilmu, dan dlm menghadiri majlis2 kebajikan, maka ketahuilah bahwa ada bisikan setan dlm hatinya. Setan ingin agar hatinya lengah dan bersenang-senang saja. Hal itu harus diwaspadai.

Bukan berarti orang yg telah melaksanakan sholat selamat dlm kemunafikan. Dahulu, kaum munafikpun sholat bersama Rosulullah صلى الله عليه وسلم. Namun, ciri khas sholat mereka adalah terlihat seperti bermalas-malasan. Mereka bangkit melakukan sholat dgn malas dan dingin, seolah-olah tak hidup dan tak berkekuatan. Padahal Allah berfirman :

يا يحيى خذ الكتاب بقوة

Hai Yahya, ambilah al kitab (taurot) itu dgn sungguh-sungguh.

QS Maryam 12

Adapun mereka seolah-olah salah seorang dari mereka menyeret kakinya, seperti seseorang dibelenggu dgn mata rantai dan menyeretnya menuju masjid. Anda akan melihatnya hanya berdiri di pinggir shof atau di bagian belakang masjid, ia tdk mentadaburinya dan tdk menyimak dgn seksama.

Dalam Shohih Muslim ada sebuah riwayat dari al Aswad bin Yazid Al ‘Iroqi, seorang ahli ibadah, ia menuturkan,”Aku pernah bertanya kpd Aisyah,”Kapan biasanya Rosulullah صلى الله عليه وسلم bangun untuk sholat malam ? ‘Aisyah menjawab,”Beliau biasa bangun setelah mendengar lengkingan. Yang dimaksud dgn lengkingan yaitu suara ayam jantan berkokok. Aisyah menjelaskan,”Biasanya beliau langsung melompat bangun.” Aisyah tdk mengatakan bahwa beliau langsung berdiri, tapi langsung melompat bangun. Ini menunjukan bahwa beliau seorang pemberani, cekatan dan bersemangat. Iman beliau membara dan tekad beliau betul-betul kuat, sehingga beliau melaksanakan ibadah dgn sigap dan tunduk.

Karenanya, kita sering menyaksikan orang sholeh yg selalu melihat ke arah jarum jam, kpn akan bergema adzan? Apakah waktu sholat sudah masuk? Apakah waktunya sdh tiba? Kemudian ia segera bangkit berdiri.

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu dzikir kpd-Mu, betsyukur kpd-Mu dan memperbagus ibadah kpd-Mu.

3. Riya dalam ibadah

Allah berfirman :

يرآون الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا

Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS An Nisa’ 142

Dalam Shohihul Bukhori dan Shohih Muslim disebutkan bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من راءى الله به، ومن سمع سمع الله به

Barangsiapa yg bersikap riya’, maka Allah akan memperhatikan keriya’annya di akhirat kelak. Barangsiapa suka memperdengarkan ibadahnya, maka Allah akan memperdengarkan perbuatannya itu kelak.

Dihadapan orang banyak ia bisa kelihatan khusyuk, namun saat sholat sendirian dan tanpa bersama orang lain, ia sholat tak ubahnya seperti ayam mematuk. Kalau sedang duduk-duduk bersama orang banyak, ia kelihatan zuhud dan taat beribadah, selalu menjaga sopan santun dlm ucapan dan tutur katanya, tapi kalau sendirian, ia nekat melakukan hal-hal yg diharamkan oleh Allah.

 

Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Huroiroh رضي الله عنه dgn sanad yg layak disebut hasan, bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

*Pada hari kiamat nanti, akan datang sekelompok orang membawa banyak kebajikan laksana gunung Tihamah yg berwarna putih yg akan diubah oleh Allah menjadi debu yg beterbangan.* Para sahabat bertanya : *Wahai Rosulullah! Bukankah mereka adalah kaum muslimin?* Beliau menjawab : *Benar. Mereka sholat sebagaimana kalian sholat. Mereka juga berpuasa seperti kalian berpuasa. Bahkan mereka memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan, dan juga melaksanakan sholat malam. Tapi kalau sedang sendirian, mereka gemar melaksanakan perbuatan-perbuatan haram.*

 

Riya’ adalah ciri kemunafikan. Ia beramal hanya ingin dilihat oleh orang lain dan berbicara hanya ingin dilihat orang lain. Kita memohon kpd Allah agar membersihkan jiwa kita dari penyakit riya’ dan sum’ah. Karena keduanya adalah penyakit yg berbahaya. Bila penyakit tsb menimpa seorang hamba, maka rusaklah amal perbuatannya.

Amin

4. Jarang Berdzikir

Allah berfirman :

 

ولا يذكرون الله الا قليلا

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

QS Ali Imron 142

Dalam ayat itu tdk disebutkan,” *Dan tidaklah mereka menyebut Allah”* tapi disebutkan, ” *Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”*. Bisa jadi, seorang munafik berdzikir dan bertasbih kpd Allah, tapi jarang. Lesan dan hatinya telah mati atau sakit. Ia tdk memiliki semangat berdzikir.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، يرقب الشمس حتى تدنو من المغرب. وفي لفظ: حتى تصفر، ثم يقوم فينقر أربع ركعات لا يذكر الله فيها الا قليلا

Demikianlah sholat orang munafik. Demikianlah sholat orang munafik. Demikianlah sholat orang munafik. Ia hanya menunggu-nunggu matahari hingga hampir tenggelam. Dalam lafadz yg lain disebutkan,” Hingga matahari menguning, kemudian bangkit dan mematuk empat kali. Hanya sedikit berdzikir kpd Allah. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

Adapun tanda keimanan adalah banyak berdzikir. Ibnul Qoyyim menjelaskan dlm bukunya Al Wabil Ash Shoyyib :” *Kalau saja manfaat dzikir itu hanya menyelamatkan pengucapnya dari kemunafikan, maka itu sdh cukup.”*

Ada orang bertanya kpd Ibnu Ash Sholah, seorang ahli fiqih bermadzhab syafi’iyah:”Seberapa batas dikatakan banyak berdzikir?” Beliau menjawab :” Barangsiapa yg secara konsisten membaca dzikir2 yg disyareatkan dari Nabi, berarti ia sdh banyak dzikir.”

Sebuah riwayat dinisbahkan kpd Ibnu Abbas bahwa ia mengatakan:” Barangsiapa berdzikir kpd Allah,saat bermukim dan saat melakukan perjalanan, saat di rumah dan di luar rumah, saat sehat dan sakit, berarti ia telah banyak berdzikir kpd Allah.”

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah aku agar selalu dzikir kpd-Mu, bersyukur kpd-Mu dan memperbagus ibadah kpd-Mu.

 

5. Mematuk dalam Sholat

Telah kami sebutkan dlm hadits diatas, ” *Demikianlah sholat orang munafik … mematuk empat kali*. Artinya, sholat dgn cepat sekali dan tdk khusyu’, tergesa-gesa, tdk tenang, sedikit berdzikir, pikiran ke mana-mana, tdk mampu membayangkan keagungan, kebesaran, dan kedudukan Allah. Inilah ciri-ciri orang munafik.

Ibnul Qoyyim didalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan,”Terkadang seseorang sholat disamping saudaranya dlm satu shof dan satu imam, namun sholat keduanya berbeda satu dgn yg lain, ibarat antara langit dan bumi.” Sebab yg satu memendam keukhlasan, kerinduan, muroqobah (merasa diawasi Allah), dan rasa takut, sementara yg lain pikirannya ke mana-mana, jauh dan tdk ada ruh (khusyu’ dlm sholat). Wal ‘iyadzu billah.

Hendaklah kita menaruh perhatian tentang kekhusyukan dlm sholat. Allah berfirman :

قد أفلح المؤمنون. الذين هم في صلاتهم خاشعون. والذين هم عن اللغو معرضون.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman, (yaitu) orang-orang yg khusyuk dlm sholatnya, dan orang-orang yg menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yg tiada berguna.

QS Al Mukminun 1-3

 

6. Melecehkan Kaum Mukminin yg taat dan Orang-orang sholeh.

Arti melecehkan disini adalah mencemari kehormatan dan mengejek mereka secara lesan. Kaum mukminin yg taat disini termasuk orang-orang yg suka bersedekah karena ketaatan kpd Allah dan berkorban dijalan Allah. Dan juga termasuk didalamnya para ulama dan aktifis-aktifis Islam yg sedang melaksanakan ibadah dakwah, amar makruf dan nahi mungkar dan jihad di jalan Allah.

Anda akan mendapati bahwa yg diincar oleh orang munafik dlm setiap kesempatan adalah orang-orang sholeh dan orang-orang taat, yg dianggap sebagai orang kolot, ekstrem (radikal), intoleran dan layak diganggu. Tak pernah terdengar ia membicarakan kaum Yahudi, Nasrani, atheis atau kaum zindiq. Sepanjang hari, pagi dan sore, mereka hanya mengobrolkan tentang wali Allah (orang beriman dan bertaqwa) yg mereka kecam, mereka hina dan mereka lecehkan.

 

Allah berfirman :

إن الذين أجرموا كانوا من الذين آمنوا يضحكون. وإذا مروا بهم يتغامزون. وإذا انقلبوا إلى أهلهم انقلبوا فاكهين. وإذا رأوهم قالوا إن هؤلاء لضالون.

Sesungguhnya orang-orang yg berdosa, adalah mereka dahulu menertawakan orang-orang yg beriman. Dan apabila orang-orang beriman lewat dihadapan mereka, mereka saling mengedik-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kpd kaumnya, mereka kembali dgn gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan:”Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang sesat. (QS al Muthoffifin 29-32)

 

Berkata Syaikh Sholeh Fauzan hafidhohullah :

 

Seperti inilah apa yg sebagian mereka katakan : “Sesungguhnya Islam sudah tdk cocok lagi di abad duapuluh, sesungguhnya ia (Islam) hanya cocok di abad pertengahan, dan ia (Islam) adalah ketinggalan jaman, kolot, dan di dalam hukuman hudud dan takzir terdapat kekejaman dan tdk berperi kemanusiaan, ia mendholimi wanita dan haknya karena membolehkan perceraian dan poligami.” Mereka juga mengatakan : “Berhukum dgn hukum buatan manusia lebih baik dari pada hukum Islam, mereka juga mengatakan terhadap orang yg mendakwahkan tauhid dan mengingkari beribadah kpd kuburan : Ini orang ekstrem atau dia hendak memecah belah persatuan dan kesatuan kaum muslimin, atau dia adalah wahabi atau ini madzhab kelima atau agama bukan hanya dlm rambut sebagai bentuk perolok-olokan kpd memanjangjan jenggot dan perkataan-perkataan yg serupa yg semuanya mencela agama, pengikutnya dan memperolok-olok akidah yg benar.” (Kitabut Tauhid hal 47)

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

وإن الرجل ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار أبعد ما بين المشرق والمغرب

Dan sesungguhnya ada seseorang berkata dgn perkataan, dia tdk berfikir apakah ia baik atau buruk didalamnya yg dia terjerumus dgnnya di neraka lebih jauh jarak antara timur dan barat.

HR Bukhori dan Muslim

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk (ilmu) dan orang-orang yg diberi petunjuk.

 

7. Mengejek al Qur’an dan al Hadits, serta Rosulullah

Penulis pernah mendengar kisah seorang lelaki fasik di zaman ini, bahwa ia pernah duduk bersama sekelompok pemuda, lalu mengajak dan menggiring para pemuda itu menjauh dari jalan surga, dan membawa mereka menuju jalan neraka. Ia berkata kpd para pemuda itu,”Maukah kalian kuceritakan sebuah hadits Rosulullah صلى الله عليه وسلم dari Abu Huroiroh? Mereka menjawab,”Cobalah ceritakan kpd kami hadits dari Abu Huroiroh itu.” Ia berkata,”Bibiku telah menceritakan kepadaku, ia berkata bahwa bibinya telah menceritakan kpdnya bahwa neneknya telah mendengar seseorang berkata,”Suatu hari Rosulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kpd para sahabat yg mengerumuni beliau,”Tahukah kalian, apa itu BBC?” Para sahabat menjawab,” Kami tdk tahu,” Beliau bersabda,” Pergi kalian dari hadapanku! Masak kalian tdk tahu apa itu BBC!”

Dengan ucapan itu, ia telah kafir dan darahnya menjadi halal, tdk boleh disholatkan, dikafani dan dikebumikan di perkuburan kaum muslimin. Karena ia telah kafir.

Allah berfirman :

قل أبالله وآيته ورسوله كنتم تستهزءون

Katakanlah : “Apakah dgn Allah, ayat-ayatNya dan RosulNya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, krn kamu kafir sesudah beriman.” (QS at Taubah 65-66)

Allah menurunkan ayat ini kpd sekelompok kaum munafikin yg juga sholat, berpuasa dan berjihad bersama Rosulullah صلى الله عليه وسلم . Akan tetapi, mereka terbiasa begadang dan mengobrol. Salah satu diantara mereka mengatakan,”Sungguh kita belum pernah melihat orang-orang seperti para qori’ kita ini (para sahabat) , yakni yg lebih gendut (besar perutnya) dari mereka dan lebih pengecut dari mereka saat menghadapi musuh.” Maka Allah menurunkan firmanNya yg menjelaskan kekafiran mereka, kemurkaanNya terhadap mereka, sekaligus membuka aib mereka dihadapan para para makhluknya. Tidak ada yg berhak diibadahi secara benar melainkan Allah. Sungguh betapa banyak istana Islam yg telah mereka hancurkan. Balasan bagi mereka adalah neraka jahanam, dan sungguh ia adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Pelecehan itu bisa terbungkus dlm bentuk pelecehan thd sunnah Rosulullah صلى الله عليه وسلم. Contoh, melecehkan pakaian, siwak, jenggot, cara duduk, berlaku menurut ajaran sunnah, dan hadits Rosulullah صلى الله عليه و سلم. Status orang yg melakukan pelecehan itu secara sengaja adalah kafir.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah, jadikanlah kami orang yg memberi petunjuk (ilmu) dan mendapatkan petunjuk.

 

8. Suka Bersumpah Palsu

 

Allah berfirman :

اتخذوا أيمانهم جنة فصدوا عن سبيل الله فلهم عذاب مهين

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai.

QS Al Mujadalah 16

 

Yakni untuk membela diri mereka. Jika anda bertanya kpdnya, maka ia bersumpah. Sumpah adalah hal yg mudah bagi mereka, dan itu mereka lakukan dgn dusta. Mereka sedemikian mudah menggunjing orang lain. Kalau ada orang digunjing mendengar gunjingan tsb, maka si penggunjing akan mengatakan :” Demi Allah, aku sama sekali tdk pernah menggunjingmu. Demi Allah, engkau adalah orang yg paling aku cintai! Engkau betul-betul temanku!” Ucapannya itu dusta, dan ia menjadikan sumpahnya hanya sebagai perisai bagi dirinya.

 

Diantara ciri orang munafik adalah banyak bersumpah secara dusta. Allah berfirman:

 

Maka jangan kamu ikuti orang-orang yg mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). Dan janganlah kamu ikut setiap orang yg banyak bersumpah lagi hina.

QS al Qolam 8-10

 

Imam Syafi’i menjelaskan,”Aku tak pernah bersumpah atas nama Allah, baik sumpah yg dusta ataupun benar. Tujuanku adalah untuk memuliakan Allah Yang Maha Esa dan karena keagunganNya.”

 

9. Merasa Terpaksa disaat berinfak.

 

Anda akan melihat seorang munafik bersedekah, berinfak dan berderma. Terkadang ia membangun masjid atau memberikan sesuatu. Tapi itu dilakukan hanya karena faktor riya’ atau sum’ah belaka. Ia akan berinfak dgn keterpaksaan. Ia bisa berinfak krn berbagai alasan pada dirinya yg hanya diketahui oleh Allah, baik karena ingin mengejar popularitas, mencari perhatian banyak orang, atau sekedar berbuat riya’ di hadapan sebagian orang. Ia berinfak dgn terpaksa yg pada dasarnya ia tdk ingin berinfak. Sebaliknya, seorang muslim akan berinfak dgn lapang dada dan merasa tentram. Ia akan memuji Allah krn telah dipermudah memujudkan amal kebaikan, membantu orang fakir atau miskin dan diterima sedekahnya. Ia akan memuji Allah krn dapat melakukan semua itu.

 

*Inilah yg dijanjikan bagi orang yg gemar berinfak:*

 

Allah berfirman :

وما أنفقتم من شيء فهو يخلفه وهو خير الرازقين

Dan apa saja yg kamu infakan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yg terbaik.

QS as Saba’ 39

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah berfirman :

يا ابن آدم آنفق أنفق عليك

Hai anak adam, berinfaklah kamu, niscaya Aku akan (balas) infak atas kamu.

HR Bukhori & Muslim

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata : Telah bersabda Rosulullah صلى الله عليه وسلم :

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة: الا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Apabila manusia meninggal niscaya terputuslah amalnya kecuali tiga yaitu sedekah jariyah atau ilmu yg diambil manfaat dgnnya atau anak sholeh yg mrndoakannya.

HR Muslim

 

Abu Na’im menyebutkan dlm Hilyatul auliya’ bahwa Uwais Al Qorni apabila memasuki sore hari dia bersedekah dgn apa yg ada dirumahnya berupa karunia dari makanan dan pakaian. Kemudia dia berkata :

اللهم من مات جوعا فلا تؤاخذني به، ومن مات عريانا فلا تؤاخذني

Ya Allah, barangsiapa yg mati krn lapar, maka jangan Engkau siksa aku dgnnya, dan barangsiapa mati karena telanjang, maka jangan Engkau siksa aku dgnnya.

 

*10. Pecundang:*

Diantara ciri kemunafikan adalah mereka selalu saja menjadi pecundang di barisan shof kaum muslimin. Arti menjadi pecundang disini, bahwa krn sikapnya, ia menjadi pecundang. Karena ia selalu saja merasa pesimis. Terkadang ia mengatakan,”Orang-orang kafir lebih kuat dibandingkan kaum muslimin.” Terkadang, ia berkata mencemooh,”Apakah kaum muslimin sanggup berperang melawan orang-orang yg sdh bersenjata nuklir dan bom atum? Mereka tdk mungkin mampu.”Kita kaum muslimin, sungguh sdh rusak, binasa, lemah dan mengenaskan.” Demikianlah ucapan yg selalu didengung-dengungkannya. Oleh sebab itu, kita bisa mendapati banyak kaum munafik yg baru datang dari luar negeri-negeri Barat, biasanya telah mengalami brain washing alias cuci otak, sehingga mereka tak ubahnya menjadi boneka-boneka kaum kafir dan penjajah asing, padahal mereka berasal dari generasi kita juga. Mereka selalu saja menggambarkan kehebatan Barat. Sebaliknya, mereka justru selalu menuturkan betapa lemah dan hinanya kaum muslimin. Karena mereka tdk pernah mencari kemuliaan dari Allah.

 

Allah berfirman :

إن ينصركم الله فلا غالب لكم

Jika Allah menolong kamu, maka tdk ada orang yg dapat mengalahkanmu.

QS Ali Imron 160

 

Allah berfirman :

 

Perumpamaan orang-orang yg mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yg membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yg paling lemah ialah rumah laba-laba.

QS Al Ankabut 41

 

Tapi ia tdk menyadari dan sama sekali tdk tahu bahwa kemuliaan itu hanya berasal dari Allah, sehingga selalu saja ia menjadi pecundang.

 

Kalau ia melihat ada orang yg hendak menghadiri ceramah, ia justru melecehkan,”Saya kira, ceramah seperti itu tdk ada gunanya. Karena isinya paling hanya,”Bertaqwalah kpd Allah, bertaqwalah kpd Allah,” ujarnya.

  1. Mendramatisir Peristiwa

 

Allah berfirman :

لئن لم ينته المنافقون والذين في قلوبهم مرض والمرجفون في المدينة لنغرينك بهم ثم لا يجاورونك فيها الا قليلا

Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yg berpenyakit dlm hatinya dan orang-orang yg menyebar berita bohong di Madinah tdk berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tdk lagi menjadi tetanggamu (di Madinah)kecuali sebentar. QS al Ahzab 60

 

Seorang pendramatisir, biasanya suka membesar-besarkan masalah. Saat terjadi peristiwa ringan, maka ia akan menggambarkannya seolah persoalan sulit dan besar. Saat si munafik mendengar terbunuhnya salah seorang mujahidin, serta merta ia berkata,”Aku mendengar bahwa ada sekitar seratus orang munjahidin yg terbunuh.” Sekiranya ia mendengar ada seorang ulama melakukan kekeliruan dlm satu masalah kecil, maka ia aka berkata,”Semoga Allah memberikan kpd kita petunjuk. Memang ia banyak kelirunya. Ulama macam apa pula dia! Ia betul-betul tdk mengerti apa-apa!”

 

Kalau ada seorang dai berbicara, dan ucapannya terselip tanpa disengaja, si pendramatisir masalah ini segera membesar-besarkan persoalannya dlm berbagai pertemuan,”Kalian dengar tdk, kalau dia ngomong begini dan begini?” Ia hanya mencuplik beberapa bagian dari ucapan si dai. Padahal, si dai tsb memiliki banyak kebajikan dan keutamaan yg sulit dihitung. Tapi, semua itu tdk disebarkan di tengah khalayak.

 

Asy Sya’bi mengungkapkan,”Sungguh belum pernah menyaksikan orang-orang seperti para pendramatisir masalah. Demi Allah, sekiranya aku melakukan 99 kali perbuatan baik, niscaya mereka segera melupakannya. Mereka hanya menghitung satu kesalahan saja yg kulakukan.” Tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut termasuk bentuk menyebar kebohongan. Dengan cara ini, mereka berupaya menggoncang hati kaum muslimin.

  1. Menyuruh kemungkaran dan melarang yg makruf

Allah berfirman :

المنافقون والمنافقات بعضهم أولياء بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dgn yg lain adalah (sama), mereka menyuruh berbuat yg mungkar dan melarang berbuat yg makruf.

QS at Taubah 67

 

Berkata Syaikh Abdur Rohmah bin Nashir As Sa’dy رحمه الله dlm tafsirnya :

 

Firman Allah :

والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض

*Yaitu :* Karena mereka berserikat dlm kemunafikan, maka merekapun berserikat dlm perwalian dan loyalitas sebagian dgn sebagian lainnya. Dan ini menunjukkan terputusnya bagi orang-orang mukmin untuk memberikan perwalian dan loyalitas kpd mereka (orang-orang munafik).

 

Kemudian Allah mensifati orang-orang munafik secara umum, maka Allah berfirman :

يأمرون بالمنكر

Yaitu : Mereka menyuruh kemungkaran yang berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.

 

Firman Allah juga :

وينهون عن المعروف

Yaitu mereka melarang yg makruf yaitu melarang keimanan, akhlak yg mulia, amal-amal sholeh dan adab-adab yg baik.

 

Hal ini mereka lakukan karena kebencian dan permusuhan mereka kpd agama Islam dan umat Islam. Disamping itu mereka menginginkan kerusakan dimuka bumi dgn kekufuran, kesyirikan, kefasikan dan kemaksiatan. Anda dapat melihat mereka mempropagandakan kebebasan wanita, merusak dan melucuti jilbab dan hijab, memasyarakatkan lagu, majalah porno, narkoba dll. Disamping mereka melarang dakwah kpd tauhid, melarang kaum muslimin yg melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar, jihad fi sabilillah. Mereka juga menghalang-halangi persatuan umat Islam dan tegaknya syareat Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin.

 

13. Menyangkal takdir

 

Allah berfirman :

الذين قالوا لإخوانهم وقعدوا لو أطاعونا ما قتلوا

Orang-orang yg mengatakan kpd saudara-saudaranya dan mereka tdk turut pergi berperang,”Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tdk terbunuh.”

QS Ali Imron 168

 

Saat kaum muslimin keluar untuk perang Uhud, kaum munafik berkata : “Kalian tdk usah keluar, jangan berperang. Disini, duduk saja bersama kami.” Namun, kaum muslimin menampik ajakan mereka. Kaum muslimin tetap keluar berperang, dan akhirnya mati sebagai syahid. Kontan kaum munafik pun berlagak di berbagai majlis,”Kami sdh sarankan kpd mereka, kami telah menyampaikan nasehat kpd mereka, dan kami juga telah banyak berpesan, tapi mereka membandel. Sekiranya, mengikuti ajakan kami, pasti mereka tdk akan terbunuh.” Maka Allah berfirman :

قل فادرءوا عن أنفسكم الموت إن كنتم صادقين

Katakanlah,”Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yg benar. QS ali Imron 168

 

Demi Allah, mereka memang pendusta. Mereka pasti mati, tak ubahnya keledai yg mati. Sungguh benar apa yg diungkapkan seorang pujangga :

*Camkan! Kehinaan itu bukan krn kehilangan harta.*

*Kematian seekor kambing ataupun onta*

*Kehinaan adalah saat seseorang kehilangan nyalinya*

*sehingga kematiannya itu menyebabkan banyak pula orang yg binasa.*

 

Seorang mukmin selalu berserah diri kpd takdir. Dihadapan matanya terpampang firman Allah :

 

“Tiada sesuatu pun yg menimpa di bumi dan (tdk pula) pada diri sendiri melainkan telah tertulis dlm kitab (Lauhul Mahdudz) sebelum Kami menciptakannya.

QS al Hadid 22

 

Seorang munafik akan selalu saja menyangkal takdir Allah dan tdk ridho terhadapnya. Kalau terjadi musibah, ia kontan berkata,”Bagaimana ini bisa terjadi? Coba aku berbuat begini dan begini sebelumnya, tentu hasilnya tdk demikian.” Ia mudah saja mencerca orang lain dan serta merta mengingkari takdir dan ketetapan Allah.

 

Sementara orang mukmin akan berkata,”Aku beriman dan berserah diri,” Ia sadar, bahwa segala sesuatu terjadi atas dasar takdir dan ketetapan Allah.

 

14. Mencela kehormatan orang-orang sholih

 

Mencela kehormatan orang-orang sholih berbeda dgn mengolok-olok mereka. Mencela setara dgn menggunjing. Allah berfirman :

سلكوكم بألسنة حداد أشحة على الخير

Mereka mencaci kamu dgn lidah yg tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.

QS al Ahzab 19

 

*Tajam*yg dimaksud disini, seperti pedang. Anda bisa saksikan, bila mereka berpaling dari hadapan orang-orang sholih, mereka akan mengecam dan mencemari nama baik mereka dgn menggunjing mereka diberbagai forum.

 

Ibnu Taimiyah رحمه الله menjelaskan bahwa *doa*saja terkadang bisa menjadi *gunjingan,* tergantung niat pelakunya. Kalau anda ditanya,”Bagaimana pendapatmu tentang si fulan,” lalu si munafik menjawab,”Semoga Allah mengampuni kita, dan mengampuninya,” tapi pada dasarnya ia tdk menginginkan Allah mengampuni dosa-dosanya. Ia menghendaki tujuan lain yg hanya diketahui oleh Allah. Atau, ia akan menanggapinya,” Semoga Allah mengampuni kita krn cobaan Allah melalui orang itu!” Atau, bisa saja dgn ucapan,” Semoga Allah memberinya petunjuk!”

 

Bahkan, sekedar ucapan *tasbih* saja bisa mengubah menjadi *gunjingan*. Seperti dijelaskan oleh Ibnu Mubarok رحمه الله ,” Suatu saat disebutkan nama seorang laki-laki dihadapan salah seorang penguasa. Salah seorang menteri ketika itu berkata,” Subhanallah! Maksudnya,’Hati-hati terhadapnya.’ Secara lahiriyah, tampaknya ia bertasbih, namun sejatinya ia sedang menyindir dan mencemooh orang itu.”

 

Semua tujuan hati ini talah diketahui oleh Allah, dan kelak Allah akan membeberkannya di saat semua penghuni kubur dibangkitkan dan seluruh isi hati umat manusia dibongkar. Anehnya, sebagian orang tdk menggubris orang-orang Yahudi ataupun orang-orang Nasroni, tapi selalu saja ia menyudutkan sesama muslimin.

 

Ada seorang lelaki datang menjumpai salah seorang pria sholih, lalu menggunjing salah seorang saudaranya. Pria sholih itu bertanya,” Apakah engkau pernah berperang melawan kaum Romawi?” Lelaki itu menjawab,” Belum.” ” Engkau pernah berperang melawan Persia?” Lelaki itu menjawab,” Juga belum.”

 

Pria sholih itu menukas,” Bangsa Romawi dan Persi bisa selamat darimu, tapi seorang muslim justru tdk pernah selamat dari cercaanmu? Sudah, tinggalkan aku.”

 

15. Meninggalkan Sholat Berjamaah

 

Ini penyakit kronis yg termasuk penyakit paling berbahaya. Dalam Shohih Muslim dari hadits Ibnu Mas’ud رضي الله عنه، Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

وما يتخلف عنها الا منافق معلوم النفاق

Yang selalu meninggalkan sholat jamaah hanyalah orang munafik yg sdh jelas-jelas kemunafikannya.

 

Sekiranya anda menyaksikan seorang yg gemuk, sehat, kuat dan banyak waktu senggangnya, serta tdk memiliki udzur yg dibenarkan syariat, lalu dia mendengar adzan dan tdk mau datang ke masjid, maka percayalah dia itu orang munafik.

 

Nabi صلى الله عليه وسلم pernah bersabda, sebagaimana yg tertera dlm sebuah hadits shohih :

 

“Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya. Aku betul-betul ingin memerintahkan dicarikan setumpuk kayu bakar, kemudian aku perintahkan agar dikumandangkan adzan untuk sholat, setelah itu aku perintahkan seseorang mengimami sholat. Lalu aku akan mendatangi orang-orang yg tdk mau hadir dlm sholat jamaah, dan membakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya, kalau salah seorang mereka mengetahui bahwa ia akan mendapatkan tetelan dan daging paha yg empuk (sebagai pahalanya), pasti ia akan mau menghadiri sholat Isya’.

HR Bukhori dan Muslim

 

Dalam lafat imam Ahmad disebutkan :

 

لولا ما في البيوت من النساء والذرية لأقمت الصلاة

Kalau saja di dalam rumah itu tdk terdapat kaum wanita dan anak-anak, tentu sudah ku perintahkan dikumandangkannya iqomah.

HR Ahmad

 

Enggan melakukan sholat berjamaah adalah salah satu ciri kemunafikan. Di rumah, ia hanya sholat dgn istri dan anak-anak, tdk sholat berjamaah di masjid.

 

Kalau hal itu dilakukan secara terus-menerus tanpa ada udzur syar’i, maka percayalah ia adalah orang munafik. Sebab, Allah telah bersaksi bahwa orang seperti itu adalah munafik. Wal ‘iyadzul billah.

 

16. Melakukan kerusakan di muka bumi dgn dalih melakukan perbaikan:

 

Allah berfirman :

وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون. ألا إنهم هم المفسدون ولكن لا يشعرون.

Dan bila dikatakan kpd mereka,”Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi,’ Mereka menjawab,’ Sesungguhnya kami orang-orang yg mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yg membuat kerusakan, tetapi mereka tdk sadar.”

QS Al Baqoroh 11-12

 

Anda akan melihatnya selalu berusaha mengadu domba antar manusia, atau melakukan persaksian palsu, bisa juga mengadu domba seseorang dgn saudaranya, ayah dgn putranya. Selalu saja ia menyebar permusuhan. Tak ubahnya ia seperti abu sisa bakaran api. Kerjanya hanya membakar dan menghancurkan masyarakat.

 

Termasuk berbuat kerusakan di muka bumi yaitu melakukan perbuatan kufur dan perbuatan maksiat seperti memberitahukan rahasia-rahasia orang mukmin kpd musuhnya dan memberikan loyalitas (kecintaan dan ketaatan) kpd orang kafir.

 

Kalau kita mengatakan kpd-nya,” Hai fulan, celaka engkau, bertaqwalah kpd Allah,” maka bisa saja ia menjawab,” ,Sungguh yg kami inginkan hanya perbaikan saja! Hanya Allah saja yg mengetahui bahwa aku sengaja hendak mendamaikan keluarga ini, masyarakat ini, atau suku ini.

 

Padahal, Allah benar-benar mengetahui bahwa yg ia inginkan hanya kerusakan belaka. Mayoritas perusak antara kabilah dan keluarga adalah kaum munafikin. Anda akan mendapatinya terkadang melakukan sumpah palsu atau berkelit ke sana kemari. Allah berfirman :

 

Dan diantara manusia ada orang yg ucapannya tentang kehidupan. Dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kpd Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yg paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di muka bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman2 dan binatang ternak, dan Allah tdk menyukai kebinasaan.

QS al Baqoroh 204-205

 

17. Berbeda antara yg nampak dengan batinnya

 

Persoalan ini menjadi poros dari sekian persoalan yg ada. Allah berfirman :

 

إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله والله يعلم إنك لرسوله والله يشهد إن المنافقين لكاذبون

Apabila orang-orang munafik datang kpdmu, mereka berkata,’Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rosul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rosul-Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orabg pendusta.

QS Al Munafiqun 1

 

Kalau ada yg bertanya,”Siapakah orang-orang yg telah melakukan persaksian dan menganggap benar persaksian mereka, tapi Allah justru mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam neraka?”. Maka jawablah,” Mereka itulah kaum munafik.”

 

Secara lahiriyah, tampaknya mereka membenarkan bahwa Muhammad adalah Rosulullah. Namun, Allah mengingkari pengakuan hati mereka. Persaksian mereka yg jujur secara lahiriyah tsb akan mencampakkan mereka ke dalam neraka. Jadi, ketidakselarasan antara lahiriyah dgn batinnya adalah ciri kaum munafik. Secara lahiriyah tampak bagus, tapi hatinya busuk. Secara lahiriyah tampaknya ia khusyuk, tapi hatinya selalu lalai dan lengah.

 

Salah seorang ulama salaf mengungkapkan,”Aku berlindung kpd Allah dari kekhusyuan yg munafik.” Rekan-rekannya bertanya,”Kekhusyukan yg munafik itu bagaimana?” Ia menjawab,” Anggota tubuhnya terlihat tenang dan teduh, tapi hatinya tdk khusyuk.

 

18. Kikir :

 

Kaum munafik adalah orang-orang yg paling pelit dlm urusan dunia dan perbuatan baik. Anda bisa lihat, untuk sebuah acara walimahan, mereka bisa menyembelih hingga puluhan kambing hanya untuk riya’ dan sum’ah semata. Tapi, bila ia diminta untuk berinfak, untuk keperluan membangun masjid, atau untuk jihad, maka ia hanya mau mengeluarkan 10 riyal, itu pun dgn perhitungan yg sangat njelimet. Untuk sedekah dgn jumlah itu mereka masih meminta didoakan, dan menitipkan sedekahnya itu disisi Allah, yg Dia memang tdk pernah menyia-nyiakan titipan apa pun juga! Masih ditambah lagi, ia meminta syarat agar Allah membangunkan untuknya istana putih disebelah kanan surga.

 

Allah berfirman :

 

المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dari sebagian yg lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat mungkar dan melarang berbuat yg makruf dan mereka menggenggam tangannya. Mereka telah lupa Allah, maka Allah melupakan mereka.

QS at Taubah 67

 

Mereka selalu saja menahan diri dan enggan berderma, padahal mereka mampu. Itu adalah salah satu dari ciri kemunafikan.

 

Berkata Adz Dzahabi رحمه الله :

ما أقبح بالعالم الداعي إلى الله الحرص وجمع المال

Alangkah jeleknya orang alim yg menyeru kpd Allah (tapi punya sifat) tamak (terhadap dunia) dan mengumpul-ngumpulkan harta.

 

19. Melupakan Allah :

 

Mereka ingat segala sesuatu kecuali Allah. Karenanya, anda akan mendapati diantara mereka yg sanggup mengingat segala sesuatu; keluarga, anak, berbagai jenis lagu, hingga segala cita-cita dlm hidupnya di dunia, kecuali dzikir kpd Allah. Dalam hatinya hanya terlintas segala tipu daya belaka. Karena hatinya memang sdh mati.

 

Melupakan Allah termasuk musibah terbesar yg dialami oleh kaum munafik. Firman Allah :

 

نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون

Mereka melupakan Allah, sehingga Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik mereka adalah orang-orang fasik.

QS at Taubah 67

 

استخوذ عليهم الشيطان فأنساهم ذكر الله

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.

QS al Mujadalah 19

 

Al Ghozali, penulis kitab al Ihya’ menjelaskan, *”Orang yg menyukai sesuatu, maka ia akan sering mengingatnya.”* Karenanya, bila seorang ahli di bidang produksi barang atau ahli membuat souvenir masuk ke sebuah rumah, maka masing-masing akan selalu ingat barang produksi itu, memandang, mengingat dan menyukainya. Bila seorang tukang kayu yg masuk rumah, maka ia akan memandang jendela dan pintu. Seorang dekorator, pasti senang melihat berbagai dekorasi dan warna warni segala sesuatu. Seorang ahli tenun atau ahli membuat permadani, selalu saja matanya memandang ke arah lantai. Selalu dan kapan saja, mereka akan membicarakan hal-hal yg terkait dgn keahlian mereka itu.

 

Orang yg mencintai Allah otomatis juga sering mengingatNya. Adapun orang munafik, maka hal yg paling dibencinya adalah mengingat Allah. Ia melupakan Allah, dan Allah pun melupakannya. Arti dari ungkapan,”Allah melupakan mereka”, yaitu meninggalkan mereka.

 

20. Menyangkal Janji Allah dan Rosulullah

Mereka mengatakan sebagaimana yg ditegaskan oleh Allah di dlm firman-Nya :

 

وإذ يقول المنافقون والذين في قلوبهم مرض ما وعدنا الله ورسوله الا غرورا

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yg hatinya berpenyakit berkata,”Yang dijanjikan Allah dan Rosul-Nya kpd kami hanya tipu daya belaka.

QS al Ahzab 12

Sebab turunnya ayat diatas, saat perang Ahzab, Rosulullah صلى الله عليه وسلم ikut datang ke penggalian parit Khondaq bersama para sahabat. Para sahabat menggali parit, sementara Rosulullah صلى الله عليه وسلم menemukan sebongkah batu karang. Rosulullah صلى الله عليه وسلم segera turun dgn membawa kapak besar, lalu memukulnya ke batu karang itu, sehingga memercikkan api. Lalu beliau memukulkannya lagi, kembali keluar percikan api. Lalu beliau memukulkannya lagi, kembali keluar percikan api. Beliau berkata, *”Aku diperlihatkan dua bentuk harta karun, merah dan putih. Keduanya itu akan dianugerahkan kpd umatku.”* Setidaknya demikianlah makna sabda Nabi صلى الله عليه وسلم tsb. Kaum munafik kontan saling memberi isyarat dgn kedipan mata kpd teman-teman mereka. Kala itu mereka berada disekeliling parit tsb. Mereka berkata, *”Lihatlah, ia memberikan kita angan-angan memperoleh harta karun Kisra dan Kaisar, padahal diantara kita masih ada yg tdk bisa terkencing saking takutnya.”*

 

Lalu, Allah merealisasikan janji tsb, dan memberikan pertolongan kpd umat Islam dan para sahabat Rosulullah صلى الله عليه وسلم, sehingga mereka dapat melakukan berbagai penaklukan diberbagai belahan bumi. Segala puji dan karunia hanyalah milik Allah.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk (ilmu) yg mendapatkan petunjuk.

 

Abu Mu’tashim billah

 

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.