Penjelasan Hadits Taqririyah Beserta Contohnya

Penjelasan dan Contoh Hadits Taqririyah

31

Penjelasan Hadits Taqririyah Beserta Contohnya

Hadits adalah sumber kedua umat Islam, karena sumber utama adalah Al-Quran. Hadits mempunyai peran sebagai hukum-hukum agama Islam yang menjadi pedoman, pedoman dan hujjah. Kita mulai dulu dengan pengertian Taqriri, yakni segala perkataan dan perbuatan Sahabat yang diketahui oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, lalu disetujui atau diluruskan oleh Beliau.

Hadist Taqririyah yaitu hadits yang berisi ketetapan Nabi SAW terhadap apa yang datang atau yang dilakukan oleh para sahabat Nabi SAW membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabatnya, tanpa memberikan penegasan, apakah beliau membenarkan atau mempersalahkannya. Perbuatan Nabi yang demikian itu dijadikan dasar oleh para sahabat sebagai dalil taqriri yang dapat dijadikan hujjah atau mempunyai kekuatan hukum untuk menetapkan suatu kepastian syara’. Dibawah ini akan dibahas tentang Jenis – Jenis Hadits Taqririyah dengan contoh.

Sebagai contoh, hadits taqriri adalah sikap Rasulullah membiarkan para sahabat dalam memberikan penafsiran sabdanya tentang shalat pada suatu peperangan, bunyinya adalah:

لاَيُصَلِّيَّنَّاحَدٌالْعَصْرَاِلاّفِيبَنِيقُرَيضَهَ (روهالبخرى)

Artinya: Janganlah seorangpun shalat ashar kecuali nanti di bani Quraidhah.(H.R Bukhari)

Para sahabat Nabi memahami larangan itu berdasarkan pada hakikat perintah tersebut, sehingga mereka terlambat dalam melaksanakan shalat ashar. Namun segolongan sahabat lainnya memahami perintah tersebut dengan perlunya segera menuju bani Quraidhah dan serius dalam peperangan dan perjalananya, sehingga bisa shalat ashar tepat pada waktunya. Sikap para sahabat ini dibiarkan oleh Nabi SAW tanpa ada yang disalahkan atau diingkarinya.

يالْوَقْتِفَأَعَادَأَحَدُهُمَاالصَّلَاةَبِوُضُوءٍوَلَمْيُعِدْالْآخَرُثُمَّأَتَيَارَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفَذَكَرَاذَلِكَفَقَالَلِلَّذِيلَمْيُعِدْأَصَبْتَالسُّنَّةَوَأَجْزَتْكَصَلَاتُكَوَقَالَلِلَّذِيتَوَضَّأَوَأَعَادَلَكَالْأَجْرُمَرَّتَيْنِ

Dari Abu Sa’id Al Khudri radliallahu ‘anhu ia berkata: “Pernah ada dua orang bepergian dalam sebuah perjalanan jauh dan waktu shalat telah tiba, sedang mereka tidak membawa air, lalu mereka berdua bertayamum dengan debu yang bersih dan melakukan shalat, kemudian keduanya mendapati air (dan waktu shalat masih ada), lalu salah seorang dari keduanya mengulangi shalatnya dengan air wudhu dan yang satunya tidak mengulangi. Mereka menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan hal itu. Maka beliau berkata kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya: ‘Kamu sesuai dengan sunnah dan shalatmu sudah cukup’. Dan beliau juga berkata kepada yang berwudhu dan mengulangi shalatnya: ‘Bagimu pahala dua kali’ “. (HR. ad-Darimi).

Adapun contoh lainnya yang dapat kita tahu, misalnya pada sebuah hadist tentang sikap Rasul SAW terhadap jawaban mu’adz bin jalal atas pertanyaan yang disampaikan kepadanya ketika akan diutus unutuk menyelesaikan perkara dengan Alqur’an, Hadist dan Ijtihadnya. Pada hadist lain disebutkan juga Rasul membiarkan para sahabat memakan daging biawak, akan tetapi Nabi sendiri tidak memakan daging tersebut dan tidak mengharamkannya. (H.R Muttafaqun ‘alaih dari ibnu umar).

 

Itulah beberapa Penjelasan Hadits Taqririyah Beserta Contohnyayang dapat kami sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

Terima kasih!

 

 

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.