Ketika Dunia Menjadi Obsesi Terbesar Oleh: Ust. Oemar Mita, Lc

142

Orang yang fakir bukanlah tanpa papan, pangan dan sandang. Ia juga bukan yang minus rupiah ataupun dolar. Tapi orang yang fakir ialah ketika ia telah menjadikan dunia menjadi obsesi terbesar hidupnya sehingga Allah akan sematkan kacamata kefakiran tepat dipelupuk matanya. Berapapun gemericik rupiah atau batang emas yang ia kumpulkan justru semakin membuatnya dahaga dan bernafsu untuk menambahnya. Sebagaimana meneguk air laut, semakin banyak ia meminumnya, maka ia semakin terasa haus. Rasulullah bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أمْرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا ما كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, dan dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya). ( HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), Ad-Daarimi (no. 229)

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: “Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir (Dinukil dari imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Igaatsatul lahfaan” (1/37)

Sungguh alangkah ruginya orang yang lebih mencintai dunia dari pada akhirat. Karena kampung akhirat lebih baik dari pada dunia. Akhirat merupakan kehidupan yang kekal abadi sedang dunia adalah fana. Allah berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al A’la: 16-17)

Dari Al Mustaurid bin Syidad bahwa Rasulullah bersabda:

وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِى الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ

“Demi Allah, dunia dibandingkan dengan akhirat hanyalah seperti seseorang di antara kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Perhatikanlah betapa sedikit air yang menetes (setelah jari itu di angkat).” (HR. Muslim).

Maka semakin kita mampu mengontrol hati untuk tidak mencintai dunia dan menggesernya untuk kepentingan akhirat, maka semakin kaya lah kita. Wallahu a’lam bish shawwab.

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!