Jangan Mendzalimi Saudaramu

Oleh Ust. Oemar Mita, Lc

783

Jangan Mendzalimi Saudaramu

Bagi yang terbiasa suka menfitnah kaum mukminin tanpa tabayyun dan hanya menjatuhkan kehormatan seorang mukmin maka tulisan ini perlu menjadi renungan.

Disebutkan dalam sejarah ada seseorang yang menfitnah Saad bin Abi Waqqash dengan tuduhan keji. Ia bernama Usamah bin Qotadah dan berjuluk Abu Sa’dah. Ia berdiri seraya berseru, “Jika kalian bertanya kepada kami, maka ketahuilah bahwa Sa’ad tidak ikut berperang bersama pasukan kaum muslimin, tidak membagi dengan adil, dan tidak berlaku bijaksana dalam memutuskan perkara!”

Mendengar pernyataan itu, Sa’ad menyahut: “Demi Allah, aku akan berdoa akan tiga hal, Ya Allah, jika hamba-Mu ini berbohong dan menyatakan demikian karena riya’ dan sum’ah, maka panjangkanlah umurnya, lamakanlah kemiskinannya, serta timpakanlah berbagai fitnah atasnya.”

Beberapa waktu kemudian, manakala ditanya tentang nasib yang menimpanya, laki-laki tadi menjawab, “Aku seorang tua renta yang ditimpa adzab karena doa Sa’ad.”

Abdul Malik mengutarakan, “Aku melihat laki-laki yang dimaksud, kedua bulu alisnya menjuntai lantaran usia senja. Dan, dia suka mengganggu para gadis di jalan-jalan dengan mencolek mereka.” (HR. Al-Bukhari ( no. 755 ) dan Muslim hanya menyebutkan awal riwayat ini).

Diriwayatkan dari ‘Urwah bin Zubair, bahwa Arwa binti Uwais menuduh Sa’id bin Zaid telah mengambil sebagian dari tanahnya, lantas dia mengadukan kepada Marwan bin Hakam. Maka Sa’id berkata, “Mungkinkah saya mengambil sebagian tanah miliknya setelah saya mendengar sesuatu dari Rasulullah n?” Marwan berkata, “Apa yang kamu dengar dari Rasulullah n?” Sa’id menjawab, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah dengan cara zhalim, maka pada hari kiamat ia akan dihimpit dengan tujuh lapis bumi.”

Lalu Marwan berkata kepadanya, “Saya tidak akan menanyakan bukti lagi kepadamu setelah mendengar (sabda Rasulullah n) ini. Kemudian Sa’id berdo’a, “Ya Allah, jika ia (wanita) berdusta, maka butakanlah matanya dan bunuhlah dia di tanahnya sendiri.”

Tidak lama kemudian, wanita tersebut buta dan berjalan sambil meraba-raba dinding, dia berkata, “Saya terkena do’anya Sa’id bin Zaid”.

Ternyata dia (Arwa) tidak meninggal kecuali dalam keadaan buta, dan tatkala dia berjalan-jalan di tanah pekarangannya, tiba-tiba dia terpeleset ke dalam lubang dan meninggal dunia.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Rasulullah pun mengingatkan kita agar berhati-hati dari do’a orang yang terdzalimi. Ketika Rasulullah n mengutus Mu’adz bin Jabal, beliau berpesan:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Takutlah kamu do’a orang yang terdzalimi, sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada penghalang (do’anya mustajab).” (Muttafaqun’alaihi)

Saudara imanku, janganlah engkau mudah mendzalimi saudaramu. Baik mendzalimi dengan lisan, seperti menghina, memfitnah, menjelek-jelekan dan lainnya. Atau mendzaimi dengan perbuatan dan tingkah lakumu. Karena sesungguhnya do’a mereka mustajab. Seandainya mereka, orang-orang yang terdzalimi tersebut mendoakan keburukan bagimu, sungguh Allah pasti mengabulkannya. Baarakallah fiikum.

 

 

Oleh Ustadz Oemar mita

 

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!