Hukum Bertato Menurut Islam

Makalah hukum tato dalam islam

417

Menggambari tubuh ada dua macam :

  • 1. Menggambaritubuh dengan gambar permanen yang merubah warna dan bentuk tubuhatau yang biasa kita sebut dengan istilah mentato ( الوشم).
  • 2. Menggambari tubuh dengan gambar sementara atau non permanen.

Adapun menggambari tubuh dengan gambar permanen yang merubah warna dan bentuk tubuh maka hukumnya adalah haramdan termasuk dosa besar, karena perbuatan ini termasuk merubah ciptaan Allah.Allah Ta‟ala berfirman :َ قْلَخَّنُرٌَِّغٌَُلَفْمُهَّنَرُمَلأَوِالل

Dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mengubahnya.(QS. An-Nisa: 119). Berkata Imam As Shawi :

قوله: { َِّللّٱَقْلَخَّنُرِّيَغُيَلَف} أي ما خلقه، ومن ذلك تغٌٌر صفات نبٌنا الواقع من الٌهود والنصارى، وتغٌٌر كتبهم، ومن ذلك تغٌٌر الجسم بالوشم، وتغٌٌر للشعر بالوصل

“Firman Allah Ta’ala (Lalu mereka benar-benar mengubahnya) Yakni mengubah sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah, seperti mengubah sifat-sifat Nabi oleh kalangan Yahudi dan Nasrani dan mengubah kitab-kitab mereka.

Termasuk pula mengubah tubuh dengan membuat tato dan mengubah rambut dengan menyambungnya.”(Hasyiyatus Shawi‘ala Tafsiril Jalalain,karya Syaikh Ahmad As-Shawi, cetakan Darul Jail, Beirut, Juz I halaman 231).

Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda

:ٌَِّ غُمْلاِ نْسُحْلِلِتاَ جِّلَفَتُمْلاَ وِ تاَصِّمَنَتُمْلاَ وِتاَصِماَّنلاَ وِتاَمِشْوَ تْسُمْلاَ وِتاَمِشاَ وْلاَُّ اللََّنَعَلَقْلَخِتاَرَِّاللَّ

“Allah telah melaknat orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu wajah (seperti alis), orang-orang yang minta dicabut bulu wajahnya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.”(HR. Muslim).

Adapun menggambari tubuh wabil khushush tangan dan kaki dengan gambar sementara atau non permanen dengan menggunakan henna dan yang semisalnya maka hukumnya adalah mustahab bagi wanita yang sudah menikah dan haram bagi laki laki menurut pendapat yang paling kuat.

Berkata al Imam An Nawawi :

وأما خضاب الٌدٌن والرجلٌن بالحناء فمستحب للمتزوجة، للأحادٌث المشهورة.وهو حرام علىالرجال

Adapun merias tangan dan kaki dengan henna, maka hukumnya adalah mustahab bagi wanita yang sudah menikah, berdasarkan hadits –hadits yang masyhur. Dan perbuatan ini hukumnya haram atas laki-laki. (al Majmu’ Syarhul Muhadzab, karya Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syarafan Nawawi, juz I halaman 233)

Dalil dianjurkannya wanita yang sudah menikah untuk merias tangan dan kakinya dengan henna adalah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam An Nasa’idari ibunda ‘Aisyah beliau berkata

:أومأت امرأة من وراء ستر بٌدها كتاب إلى رسول الل صلى الله عليه وسلم فقبض رسول الل صلى الله عليه وسلم ٌده فقال: ما أدري أٌد رجل أم ٌد امرأة؟ قالت : بل امرأة . قال صلى الله عليه وسلم : لو كنت امرأة لغٌرت أظفارك ٌعنً بالحناء

“Seorang wanita menjulurkan tangannya dari balik tabir. Di tangannya ada sebuah sura tuntuk Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam.Lalu Rasulullah shallallah’alaihi wa sallam menahan tangan beliau(tidak mengambil suratnya dan berkata, ”Saya tidak tahu, apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan wanita?”. Sang wanita menjawab, ”Ini tangan wanita”.Maka Nabi Shallallahu‟alaihi Wasallam bersabda: “Jika kamu seorang wanita, seharusnya engkau warnai kuku-kukumu dengan henna”(HR. Abu Dawud dan An Nasa’i, hadits ini dihasankan oleh Al Albani).

Adapun dalil diharamkannya laki-laki menggambari tangan dan kakinya dengan gambar non permanen baik menggunakan henna maupun yang semisalnya adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh ImamAbu Dawud, dari ibunda ‘Aisyah beliau berkata

:أن النبً صلى الله عليه وسلم:صلى الله عليه وسلمًبنلالاقف،ءانحلابهٌلجروهٌدٌبضخدقثنخمبًتُأ:ما بال هذا؟ قالوا: ٌا رسول الل، ٌتشبه بالنساء، فأمر به فنفً إلى النقٌعة. فقالوا: ٌا رسول الل، ألا نقتله؟ فقال: إنً نهٌت عن قتل المصلٌن

Bahwasanya Nabi shallallahu „alaihi wa sallam kedatangan seorang bancidan dia telah mewarnai tangan dan kakinya dengan henna. Maka Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda : “Kenapa dia seperti ini?” Para sahabat menjawab : “ Wahai Rasulullah dia sedang menyerupai para wanita.” Maka beliau memerintahkan agar dia diasingkan ke an Naqi‟ah (nama sebuah tempat).

Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah tidakkah kita bunuh saja dia?” Nabi menjawab :”Sungguh aku dilarang untuk membunuh orang yang sholat.” (HR. Abu Dawud, berkata al Albani : sanadnya shahih). Dan karena merias tangan dan kaki dengan henna dan yang semisalnya merupakan asesoris perhiasan wanita, maka laki laki diharamkan menyerupai mereka, bahkan perbuatan ini termasuk dosa besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

لعن الل المتشبهات من النساء بالرجال والمتشبهٌن من الرجال بالنساء

Allah melaknat para wanita yang menyerupailelaki dan Allah melaknat para lelaki yang menyerupai wanita.(HR. al Bukhori)

‘ala kulli haal, seorang lelaki diharamkan menggambari tangan dan kakinya, baik dengan gambar permanen maupun non permanen. Illat diharamkannya menggambari bagian tubuh dengan gambar permanen adalah karena perbuatan ini merupakan merubah ciptaan Allah, hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh al Imam as Shon’ani dalam Subulus Salamnya.

Adapun illat diharamkannya menggambari tangan dan kakinya dengan gambar nonpermanen karena perbuatan ini termasuk tasyabbuh (menyerupai) wanita. Wallahu a‟lam

 

Artikel ini di publikasikan di kategori tanya jawab di website majalah taujih online ini, silahkan mengunjungi kategori tanya jawab ini untuk mendapatkan artikel dengan tema pertanyaan yang diajukan kepada kami oleh pembaca website taujih ini.

 

Website : www.majalahtaujih.com

Kontak Kami : https://www.majalahtaujih.com/kontak-kami/

Tentang Kami : https://www.majalahtaujih.com/tentang-kami/

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!