Hadist Arbain Ke 1 Beserta Syarahnya Lengkap

181

Alhamdulillah di artikel kali ini admin majalah taujih akan memberikan artikel mengenai hadist arbain ke 1, mulai dari lafadz arab dan terjemahannya. Berikut syarah lengkap mengenai hadist arbain ke 1 ini.

Langsung saja kita menuju ke pembahasan hadist pertama di kitab arbain annawawiyah.

Hadist Arbain Ke 1 Beserta Syarahnya Lengkap

Lafadz Arab Hadist Arbain ke 1

 

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Terjemah Hadist Arbain ke 1

 

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

 

Penjelasan Hadist Arbain Ke 1

Hadits ini sebagai salah satu dari hadits-hadits yang menjadi pokok tuntunan Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berbicara : Dalam hadits mengenai niat ini meliputi sepertiga pengetahuan. Penyebabnya ialah jika tindakan hamba terbagi dalam tindakan hati, lisan dan anggota tubuh, sedang niat sebagai satu dari ke-3 nya.

Diriwayatkan dari Imam Syafi’i jika ia berbicara : Hadits ini meliputi tujuh puluh bab dalam fiqh. Beberapa ulama bahkan juga ada yang berbicara : Hadits ini sebagai sepertiga Islam.

Hadits ini ada penyebabnya, yakni: ada seorang yang pindah dari Mekkah ke Madinah dengan arah agar bisa menikah dengan seorang wanita yang kabarnya namanya : “Ummu Qais” tidak untuk memperoleh kelebihan pindah. Karena itu orang itu selanjutnya dikenali dengan panggilan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang pindah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang ada dalam Hadits / الفوائد من الحديث :

Niat sebagai persyaratan pantas/diterima atau tidaknya amal tindakan, dan amal beribadah tidak datangkan pahala terkecuali berdasar niat (karena Allah ta’ala).

Waktu penerapan niat dilaksanakan di awal beribadah dan tempatnya di hati.

Tulus dan melepaskan niat hanya karena Allah ta’ala dituntut kesemua amal shalih dan beribadah.

Seorang mu’min akan dikasih ganjaran pahala berdasar kandungan tujuannya.

Semua tindakan yang berguna dan mubah (bisa) bila disertai niat karena cari keridhoan Allah karena itu ia akan berharga beribadah.

Yang membandingkan di antara beribadah dan tradisi (rutinitas/kegiatan rutin) ialah niat.

Hadits di atas memperlihatkan jika niat sebagai sisi dari iman karena ia sebagai pekerjaan hati, dan iman menurut pengetahuan Pakar Sunnah Wal Jemaah ialah benarkan dalam hati, disampaikan dengan lisan dan diamalkan dengan tindakan.

Referensi:

  1. Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah. Cetakan Tahun 1420 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Al-Haramain.
  2. At-Ta’liqat ‘ala ‘Umdah Al-Ahkam. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar ‘Alam Al-Fawaid.
  3. Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam. Cetakan kesepuluh, Tahun 1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
  4. Majmu’ah Al-Fatawa. Cetakan keempat, Tahun 1432 H. Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyah Al-Harrani. Penerbit Dar Al-Wafa’.
  5. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah fi Al-Ahadits Ash-Shahihah An-Nabawiyyah. Cetakan kedua, Tahun 1423 H. Al-Imam Ibnu Daqiq Al-‘Ied. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
  6. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya.
  7. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah. Cetakan kedua, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Penerbit Dar Al-‘Ashimah.
Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!