Ketika acara pengajian sedang berlangsung banyak sekali dari kita yang sering mendengarkan pembawa acara yang mengatakan ” Menuju acara selanjutnya mari kita dengarkan taujih dan taujihaat dari ustadz fulan”.

Nah yang menjadi persoalan adalah banyak diantara kita yang belum mengetahui apa arti dari taujih itu sendiri. Berikut ini kami jelaskan pengertian dari taujih dan taujihaat yang mungkin masih membingungkan kita.

Dan tidak lupa kita juga berikan penjelasan mengenai apa sih arti dari taujih rabbani itu?. Berikut ini kami berikan penjelasan detail arti taujih rabbani.

Pengertian Taujih

Pengertian taujih Secara Bahasa

توجيه توجيه [مفرد]: ج توجيهات (لغير المصدر): 1- مصدر وجَّهَ/ وجَّهَ إلى . 2– إرشادات أو نُصح أو بيان يوجَّه إلى المواطنين أو الأَتْباع “توجيهات الرَّئيس/ الزعيم”| التَّوجيهات: التَّعليمات التي يُزوِّد بها المسئول مرؤسيه والتي ترسم كيفيّة تنفيذ الأعمال- التَّوجيه المهنيّ: إعلام الفرد نظرًا لذكائه وقدراته ونظرًا لفرص العمل الميسَّر بالمهنة التي يمكن أن ينجح فيها.  3- (بغ) إيرادُ الكلام محتملاً لوجهين مختلفين. 4- (عر) حركة الحرف قبل الرَّويّ المقيَّد كما في قول امرئ القيس (أنّي أفِرّْ) مع قوله (جميعًا صُبُر)، وقوله: (واليومُ قَرّْ). • توجيه المصارف: (قص) أداة للسياسة النقديّة تشتمل على ضبط الإقراض المصرفيّ كأداة لتنظيم مجموع النقد المتداول.
ٍ
Sumber : Kamus Almaani

Taujih diambil dari kata( وَجَّهَ – يُوَجِّهُ – توجيه ) yang artinya adalah arahan, bimbingan, nasehat, dan instruksi seorang pembimbing kepada para mad’u, atau kepada para pendengar, kepada murid, dan kepada seseorang yang ingin diarahkan oleh sang pengarah/instruktur/pembimbing, atau oleh guru.

 

Teks asliArti Kata
arahan, bimbingan, nasehat, instruksi, brifingتَوْجِيْه
memahkotai, memberikan mahkota, menaikkan tahtaتَوَّجَيُتَوِّجُ

 

Pengertian taujih Secara Istilah

التَّوجيهات : التَّعليمات التي يُزوِّد بها المسئول مرؤسيه والتي ترسم كيفيّة تنفيذ الأعمال،

Pengertian taujih secara istilah adalah arahan yang diberikan oleh seorang pengurus yang diberikan tanggung jawab untuk mengarahkan yang diurus. Dalam hal ini seorang pengurus diberikan amanah untuk mengarahkan mereka yang diurus.

Semisal  seorang guru diamanahi oleh orang tua untuk mengurus pendidikan anak-anaknya di sekolah. Seorang ustadz diamanahi oleh para wali santri untuk mendidik anak-anak santri semasa kehidupan di pondok pesantren.

Dari hal ini kita mengambil kesimpulan bahwasanya taujih memiliki arti arahan dan pengarahan seorang pengarah ( guru/ustadz) untuk mengarahkan perilaku mereka yang diarahkan, baik itu murid, santri, atau bawahan.

Pengarahan ini dalam banyak hal, biasanya taujih/taujihaat diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki komitmen keagamaan yang baik, dengan tujuan jika mereka diarahkan oleh mursyid ( pengarah/pemberi petunjuk) maka seseorang tersebut akan memiliki komitmen keagamaan yang meningkat.

Dan bahkan jika seseorang yang pemahaman agama dan komitmen agamanya sudah baik, atau bahkan sudah bagus. Maka tetap saja dibutuhkan yang namanya taujih untuk mengarahkan seseorang tersebut tetap dalam jalan kebaikan.

Karena orang yang lebih sering diingatkan untuk meninggalkan perbuatan buruk, maka potensi mereka untuk melanggar akan semakin kecil. jadi semakin sering diingatkan akan semakin baik.

 

Taujih Rabbani

Pengertian Taujih Rabbani

Taujih rabbani adalah pengarahan yang ditujukan untuk membentuk karakter seseorang agar lebih dengan penciptaNya, yakni taujih yang diberikan oleh seorang mursyid dengan pengarahan khusus dengan tujuan menciptakan seorang pribadi muslim yang cinta Allah dan RasulNya, cinta ibadah, dan tentunya menjalankan syariat islam dengan baik dan benar.

Urgensi Taujih Rabbani

Taujih Rabbani ini sangatlah penting bagi seseorang yang mengalami krisis iman, hati terasa hampa, dan untuk mereka yang jauh dari Allah SWT sang pencipta.

Taujih Rabbani ini sangatlah penting untuk mereka yang sedang down, sedang jauh dari agama, dan sering melakukan kemaksiatan.

Maka pengarahan kepada kebaikan agama untuk mereka-mereka seperti itu sangatlah penting dan tentunya juga akan sangat bermanfaat bagi mereka.

Penutup

Demikian artikel kita kali ini, semoga penjelasan mengenai arti taujih ini bisa menjawab pertanyaan apa arti taujih?. Dan tentunya semoga artikel ini memberikan manfaat untuk kita.

Aminn!

Bahagia dengan Taat, Sengsara dengan Maksiat

Oleh: Ust. Oemar Mita, Lc.

 

Hidup adalah perputaran segala macam dan ragam masalah serta tak pernah sepi dari pusaran konflik. Karena tidaklah dunia itu diciptakan kecuali salah satu tujuanya sebagai ujian bagi setiap hamba Alloh. Tapi dunia pun bisa menjadi indah dan cantik ketika ia dilihat dari pojok kehidupan dengan kaca mata kebaikan. Artinya tata cara kita memandang hidup sangat menentukan cita rasa dunia.

Syaikh Abdurrhman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan dalam buku beliau Al Wasaail lil Hayah Sa’idah, “Dunia itu pendek maka janganlah engkau memendekkanya dengan dengan kesedihan dan kemaksiatan. Karena muara segala hal tersebut hanya akan menjadikan dunia yang hina menjadi lebih hina dina. Dan ragam masalah yang di dalamnya tak layak menyita akhirat.”

Maka kesedihan membentuk cita rasa dunia menjadi hambar dan kemaksiatan menjadikan hidup tak berkualitas dan sepi kenikmatan hati. Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An Nahl : 97).

Abdullah bin Abbas Radiyallahu anhuma, menafsirkan, “kehidupan yang baik,” dengan As Sa’adah (kebahagiaan)

Sedang Abu Bakar Al Waraq Rahimahullah menafsirkannya dengan “lezatnya ketaatan”

Abdurrahman bin Nashr As Sa’di Rahimahullah, menafsirkannya dengan ketenangan jiwa dan hati serta tidak terpengaruh dengan adanya yang menggangu ketenangan hatinya, sehingga Allah memberikan rezki yang baik dan halal kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Abul Fida’ Ibnu Katsir Rahimahullah, berkata,  “Kehidupan yang baik mencakup seluruh bentuk kelapangan dari segala sisi.”

Sebagaimana Urwah bin Zubair yang ketika sakitnya mengharuskan kakinya diamputasi. Para tabib menyarankan untuk meminum khamer supaya tidak terasa sakitnya. Tapi beliau menolak dan lebih memilih diamputasi kakinya ketika sedang khusuk berdzikir. Sehingga ketika kakinya sudah terputus dan diguyur air panas barulah beliau pingsan.

Demikian pula kebahagian Ummu Khansa yang harus merelakan empat anaknya meninggal dalam jihad fi sabilillah tapi ia tersenyum bahagia tanpa tergores kesedihan.

Ketaatan dan penghambaan kepada Allah dengan ibadah layaknya rempah-rempah yang bisa menjadikan hidup menjadi nikmat dan gurih karena ia merubah hidup menjadi lebih hidup.

Maka tawaran kemaksiatan serta dosa tak selayaknya dijadikan pilihan hidup, karena muaranya pasti goresan dosa serta kemaksiatan yang hanya menjadikan keresahan jiwa dan kekacauan hidup, seraya tersenyum di bibir tapi menangis di dalam hati. Sehingga indahnya hidup ketika meramaikannya dengan ketaatan dan nistanya hidup ketika berselimutkan dosa plus kemaksiatan. Barakallah fikum

 

Mengadakan akad nikah merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi seorang pasangan suami istri. Karena dengan melakukan akad nikah ini, maka kedua mempelai tersebut akan menjadi pasangan yang halal dan resmi dalam hukum agama dan negara.

Akan tetapi akan menjadi pertanyaan adalah apabila seorang mempelai wanita tersebut sedang haid atau menstruasi. Apa hukum mengadakan akad nikah ketika wanita tersebut sedang haid?, apakah sah dan bisa diterima? Berikut ini penjelasan detailnya

Hukum Akad Nikah Ketika Sedang Haid

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Tanya: Apa Hukum Mengadakan Akad Nikah saat haid?

Apakah sah akad nikah yang dilakukan ketika si mempelai wanita sedang haid?

Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu menjawab:

“Akad nikah wanita yang sedang haid adalah sah, tidak mengapa. Karena hukum asal dalam akad adalah halal dan sah kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Sementara tidak ada dalil yang menyatakan haramnya akad nikah saat si wanita haid. Perlu diketahui adanya perbedaan antara akad nikah dengan talak. Talak tidak boleh dijatuhkan ketika istri sedang haid, bahkan haram hukumnya.

Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah ketika sampai berita kepada beliau bahwa Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mentalak istrinya yang sedang haid, dan beliau perintahkan Abdullah untuk rujuk kepada istrinya dan membiarkannya tetap berstatus sebagai istri sampai suci dari haid, kemudian haid kembali, kemudian suci dari haid. Setelah itu terserah Abdullah, apakah ingin tetap mempertahankan istrinya atau ingin mentalaknya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللهَ رَبَّكُمْ

“Wahai Nabi, apabila kalian mentalak istri-istri kalian maka hendaklah kalian mentalak mereka pada waktu mereka dapat menghadapi ‘iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu ‘iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Rabb kalian….” (At-Thalaq: 1)

Dengan demikian tidak halal bagi seorang suami mentalak istrinya dalam keadaan haid dan tidak boleh pula mentalaknya di waktu suci namun ia telah menggauli istrinya dalam masa suci tersebut, kecuali bila istrinya jelas hamil. Bila jelas hamilnya, ia boleh mentalak istrinya kapan saja dalam masa kehamilan tersebut.”

Syaikh mengakhiri fatwa beliau dengan menyatakan, “Bila telah jelas bahwa akad nikah yang dilangsungkan dalam keadaan si wanita haid adalah akad yang boleh dan sah, namun aku memandang hendaknya si mempelai lelaki tidak menggauli kepada mempelai wanita (seperti tidur bersamanya, pent.) hingga si mempelai wanita suci dari haidnya. Karena kalau masuk sebelum istrinya suci dikhawatirkan ia akan jatuh ke dalam perkara terlarang saat seorang wanita sedang haid (yaitu jima’), sementara terkadang ia tidak dapat menahan dan menguasai dirinya, terlebih lagi bila masih muda. Hendaklah ia menunggu hingga istrinya suci. Setelah itu baru masuk ke istrinya dalam keadaan tidak ada penghalangnya untuk istimta’ (bersenang-senang) dengan istrinya pada kemaluannya. Wallahu a’lam.”

(Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-’Utsaimin, 2/767, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, 2/712-713)

Teungku Fakinah Ulama yang Menjadi Panglima Perang

Perang Aceh merupakan salah satu perang terhebat di Nusantara dalam melawan penjajah Belanda. Perang yang meletus di tahun 1873-1904 ini merupakan perang yang menelan korban serdadu Belanda paling banyak. Belanda sendiri mengakui bahwa perang  Aceh adalah  perang yang paling pahit, melebihi pahitnya pengalaman mereka dalam Perang Napoleon. Hal ini bisa dibuktikan oleh saksi bisu sejarah, yaitu kuburan Kerkhof.

Kuburan Kerkhoff  Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Belanda. Kuburan tentara ini adalah salah satu yang terluas di dunia. Sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal dimakamkan di sini. Serdadu-serdadu Belanda tersebut menjadi saksi kegigihan perjuangan rakyat Aceh yang tak pernah lelah mengobarkan jihad melawan “kaphee” (si kafir)  Belanda.

Bahkan Belanda sempat putus asa dalam menghadapai perlawanan rakyat Aceh, tidak tahu harus bagaimana lagi untuk memadamkannya. Atas jasa Dr. Christiaan Snouck Hurgronje lah Belanda dapat mengusai Kesultanan Aceh. Snouck Hurgronje berpura-pura masuk Islam untuk  mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kelemahan rakyat Aceh. Selama dua tahun ia berbaur dengan rakyat Aceh. Dari hasil penelitiannya yang dibukukan dalam buku berjudul De Acehers (Rakyat Aceh) ia memberi pandangan bahwa pemimpin perang sebenarnya bukanlah sultan Aceh tetapi para ulama. Ia menyarankan agar tentara Belanda berkonsentrasi dalam menumpas dan memberangus para ulama. Setelah para ulama tertangkap dan diasingkan atau bahkan dibunuh barulah perjuangan rakyat Aceh bisa dipadamkan. Saran Snouck Hurgronje dijalankan oleh Belanda, dan ternyata berhasil dengan baik. Perang Aceh bisa dipadamkan sedikit demi sedikit.

Tak ada yang menyangkal keheroikan rakyat Aceh dalam berjuang. Bahkan ketika Sultan Aceh, Sultan Muhammad Daud Syah menyerah pada tahun 1904, rakyat Aceh tetap melanjutkan perang secara gerilya. Mereka berjuang bukan demi Sultan, tetapi karena panggilan jihad suci mempertahankan tanah air. Perang gerilya tetap berlangsung hingga tahun 1942, tahun berakhirnya penjajahan Belanda karena kedatangan tentara Jepang.

Perang Aceh telah begitu banyak melahirkan para pahlawan, tak hanya laki-laki tetapi juga pahlawan perempuan. Salah satu pahlawan tersebut adalah Teungku Fakinah, seorang ulama perempuan yang menjadi panglima perang di daerahnya.

Teungku adalah sebutan bagi alim ulama Aceh. Sedangkan Teuku adalah gelar kebangsawanan. Teungku Fakinah merupakan salah satu ulama perempuan yang hidup sezaman dengan Cut Nyak Dien. Ia sahabat karib Cut Nyak Dien dalam berjuang. Ia juga sering menjadi penasihat spiritual Cut Nyak Dien.

 

Biografi Teungku fakinah

Teungku Fakinah dilahirkan tahun 1856 di desa Lam Krak. Ayahnya bernama Datuk Mahmud, seorang pejabat pemerintahan kesultanan Aceh. Sedangkan ibunya bernama Teungku Muhammad Sa’at pendiri pesantren Lam Pucok. Ibunya adalah seorang ulama. Pesantren Lam Pucok menghasilkan banyak pejuang gigih Aceh, salah satunya adalah Teungku Chik Ditiro.

Teungku Fakinah tidak pernah menempuh pendidikan formal. Ia menempuh pendidikan agama di pesantren milik kedua orang tuanya. Ia belajar agama dengan tekun seperti ilmu Tauhid, tafsir, hadits, Bahasa Arab. Sedangkan ilmu keputrian ia peroleh dari ibunya.

Masa Kecil Teungku Fakinah

Teungku Fakinah dibesarkan dalam kondisi perang Aceh. Semua masyarakat Aceh bersatu padu mengobarkan semangat jihad. Tua, muda, laki-laki, perempuan semuanya membenci kaphee Belanda. Terlebih lagi ketika Masjid Agung Baiturrahman di kuasai Belanda, semua rakyat Aceh bersumpah untuk merebutnya kembali. Tercatat terjadi empat kali pertempuran besar dalam merebut Masjid Agung Baiturrahman.

Meskipun perempuan, tetapi Teungku Fakinah memiliki keberanian yang tidak kalah dengan laki-laki. Ia dikarunia wajah yang rupawan. Kecantikan wajahnya tidak membuat ia lupa diri. Tidak membuat ia mengeksploitasi dirinya sendiri untuk kepentingan duniawi semata. Kecantikan wajahnya ia lengkapi dengan kecantikan hatinya. Teungku Fakinah memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupannya. Ia hanya mau menerima pinangan pemuda yang taat beragama.

Pernikahan Teungku Fakinah

Ketika berusia 16 tahun, yaitu di tahun 1872, Teungku Fakinah menggenapkan separuh agamanya. Ia menikah dengan Teungku Ahmad, seorang pemuda shalih dari kampung Lam Beunot. Pasangan suami istri ini telah mewakafkan dirinya untuk berjuang bersama di jalan Allah. Mereka mendirikan pesantren di Lam Beunot. Di samping aktif mengajar di pesantren, Teungku Ahmad juga gigih berjuang  mengusir Belanda. Ia bersumpah untuk berjuang di jalan Allah hingga syahid menjelang.

Tatkala pecah perang Aceh untuk pertama kalinya di tahun 1873, tanpa ragu Teungku Ahmad turut berjuang memenuhi panggilan jihad suci. Ia memperkuat barisan pasukan Panglima Polim (Panglima Kesultanan Aceh). Meskipun masih pengantin baru dan mempunyai istri cantik, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk berjihad. Ia berjuang dengan gagah berani di garis depan. Pertempuran terjadi dengan dahsyatnya. Banyak kaum mujahidin yang syahid, termasuk di dalamnya Teungku Ahmad.

Teungku Fakinah berduka sekaligus bangga memiliki suami yang syahid di jalan Allah. Ia menjadi janda dalam usia yang sangat muda yaitu 17 tahun. Teungku Fakinah adalah tipe mukmin sejati yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk berjuang di jalan Allah. Meskipun suaminya telah tiada, bukan berarti ia harus larut dalam kedukaan. Ia bahkan bangkit  meneruskan perjuangan suaminya.

Kiprah Perjuangan Teungku Fakinah

Kiprah pertamanya adalah membentuk Badan Amal bagi kaum mujahidin. Ia mengkoordinir para perempuan terutama para janda untuk bangkit berjuang. Ia berkeliling Aceh mengumpulkan sumbangan untuk menyokong perang Aceh. Berbagai sumbangan yang ia peroleh baik berupa uang, makanan, senjata, ataupun pakaian diserahkan sepenuhnya bagi kepetingan kaum mujahidin. Ia juga mendirikan dapur umum dan tenda darurat bagi mujahidin yang terluka.

Ketika Kutaraja (Banda Aceh) berhasil dikuasai Belanda, para pejuang memindahkan pertahanannya di Lam Bhouk. Tetapi pertahanan tesebut tidak bisa bertahan lama, Lam Bhouk berhasil dikuasai Belanda pada tahun 1883. Para pejuang kemudian bergerilya dan memindahkan pusat pertahanannya di Aneuk Galung. Dengan dipimpin oleh Teungku Cik Di Tiro, para pejuang berjuang mati-matian mempertahankan daerah Aneuk Galung. Dahulunya, daerah Aneuk Galung ini merupakan markas pertahanan Panglima Polim. Tetapi Panglima Polim berhasil ditangkap Belanda pada tahun 1878.

Satu-satunya Panglima Perempuan

Tengku Fakinah merupakan satu-satunya panglima perang perempuan. Ia memimpin langsung pembangunan benteng di daerah Cut Weue. Ia mengerahkan anak buahnya untuk memasang pagar, menggali parit dan memasang ranjau. Ia memiliki pasukan perempuan yang hebat, pasukan perempuan berani mati. Tercatat nama-nama hebat seperti Cutpo Fatimah Blang Preh, Nyak Raniah, Cutpo Habi, Cutpo Nyak Cut, dan Cut Puteh menjadi anggota pasukannya.

Semua pejuang menghormati Teungku Fakinah. Semua rakyat Aceh mencintai Teungku Fakinah. Ia sering menghadiri rapat koordinasi dengan para panglima perang daerah lain. Waktu itu Teungku Fakinah adalah seorang janda. Adat dan tradisi masyrakat Aceh memandang kurang baik apabila seorang perempuan menghadiri pertemuan dengan para panglima laki-laki seorang diri. Atas desakan anak buahnya, akhirnya Teungku Fakinah menikah untuk kedua kalinya dengan Teungku Nyak Badai, seorang pejuang dari Pidie.

Sepeninggal suaminya, Teungku Fakinah tidak mundur setapak pun dari jalan perjuangan. Salah satu jasa besar yang tercatat oleh sejarah adalah ketika Teungku Fakinah berhasil mengembalikan Teuku Umar (suami Cut Nyak Dien) untuk insyaf berjuang kembali melawan kaphee Belanda.

Kiprah Tengku Fakinah Meyakinkan Teuku Umar Untuk Berjuang Melawan Belanda

Waktu itu Teuku Umar sempat membelot, memihak kepada Belanda. Ia bahkan dianugerahi gelar Johan Pahlawan oleh Belanda atas jasa-jasanya menumpas pemberontakan rakyat Aceh. Padahal sebelumnya Teuku Umar adalah seorang pejuang yang gigih melawan Belanda. Entah karena alasan taktik atau bukan, Teuku Umar sempat membelot. Rakyat Aceh sangat bersedih dengan keadaan ini, mereka kehilangan sosok Teuku Umar yang selama ini memimpin perjuangan.

Sesudah jatuhnya markas pertahanannya, Teungku Fakinah berpindah-pindah tempat. Mula-mula ia tinggal  di Lammeulo. Setelah itu ia tinggal di  Blang Peuneuleun (Pucok Peuneuleun). Daerah ini merupakan daerah yang sangat indah dan lahan yang sangat subur, sehingga ditempat ini dijadikan perkampungan dan sekaligus membuka lahan pertanian. Teungku Fakinah pun sempat membuka pesantren di daerah ini. Akan tetapi pada tahun 1899 Belanda menyerbu tempat ini dan memporak-porandakan semua bangunan yang ada. Teungku Fakinah berhasil lolos dari pengepungan.

Sejak saat itu Teungku Fakinah tidak pernah membuat markas pertahanan lagi. Ia mengobarkan perang gerilya bersama perempuan hebat lainnya seperti Pocut  Awan (ibunda Panglima Polim), Pocut Lam Gugob (kerabat sultan),dll. Mereka mengarungi hutan belantara, berpindah-pindah sampai kepegunungan Pasai, Gayo Luas, serta tempat-tempat lain di sekitar Laut Tawar. Sekalipun Teungku Fakinah tidak lagi memegang peranan sebagai Panglima Perang, namun beliau tetap aktif dalam bidang pendidikan agama, terutama mengajar wanita-wanita yang turut bergerilya. Ia mengobarkan semangat jihad mujahidah-mujahidah hebat tersebut.

Setelah Panglima Polim dan Kesultanan Aceh menyerah, Teungku Fakinah kembali ke kampung halamannya pada tanggal 21 Mei 1910. Dia kembali ke kampung halamannya di desa Lam Kraak dalam usia 54 tahun. Kemudian ia pun mendirikan pesantren  pada tahun 1911. Teungku Fakinah sangat dihormati dan dicintai rakyat Aceh. Banyak tokoh masyarakat yang menyumbangkan dana untuk pembangunan pesantren tersebut. Teungku Fakinah pun mengisi hari tuanya dengan mengajar agama di pesantren. Murid-muridnya berdatangan dari segala penjuru Aceh.

Kematian dan Wafatnya Teungku Fakinah

Teungku Fakinah menghembuskan nafas terakhir  pada tahun 1938 di usianya yang ke-75 . Aceh berduka. Seorang ulama perempuan sekaligus panglima perang telah tutup usia. Teungku Fakinah telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengibarkan panji-panji Islam. Meski namanya tak pernah tercatat dalam buku-buku sejarah Indonesia, tetapi namanya tetap abadi di sisi pencipta alam semesta. Salam penuh takzim untuk sang ulama panglima perang.

Ust. Syahidan Sulthoni, S.Psi

(Dari berbagai sumber)

Di zaman modern ini kita sebagai seorang muslim dihadapkan dengan suatu fakta bahwa jika kita tidak memiliki skill mandiri maka kita akan tertinggal dengan ganasnya kehidupan bebas ini. Kita hanya akan menjadi seorang muslim yang cuma menonton saja akan kesuksesan kehidupan orang lain tanpa bisa mengejarnya.

Nah tentu saja hal ini merupakan kemunduran dan merupakan bentuk kekalahan kita dibandingkan dengan musuh-musuh islam yang hari ini sedang menguasai panggung kekuasaan dunia.

Berangkat dari Pentingnya Membekali Anak Ketrampilan Kerja profesional ini kami majalah taujih akan mengangkat satu artikel dengan tema akan urgensi kenapa kita sebagai seorang orang tua yang beradab harus mengajarkan anak-anak kita untuk memiliki skill profesional untuk menghadapi ganasnya kehidupan yang saat ini sedang dikuasai oleh kaum kafirin.

Membekali Anak Ketrampilan Kerja

Anak merupakan amanah yang diberikan Allah kepada para orangtua. Orangtua harus menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Adapun salah satu cara menjaga amanah tersebut adalah dengan mengajarkan ilmu syar’I dan mendidiknya sesuai Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا (التحريم : 6)

 

Lihat tafsir Ibnu Katsir

Selain mendidik dan mengajarkan agama Islam, orang tua juga berkewajiban mengajarkan kepada anak-anaknya keahlian bekerja sebagai sumber penghasilan. Baik mengajarkan berdagang, bertani, berkebun, bengkel, pertukangan dan ketrampilan serta keahlian lainnya. Hal ini dimaksudkan agar anak di masa yang akan datang mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhannya dan tidak mengharap uluran tangan dari orang lain. Sebab makanan terbaik yang dikonsumsi seorang muslim adalah yang berasal dari jerih payahnya.

Sebagian pendidik, seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Sina menyatakan bahwa sangat baik bila setelah mengajarkan ilmu-ilmu syar’I, orang tua harus memperhatikan kecenderungan anak terhadap profesi yang hendak ditekuni, selama profesi itu tidak bertentangan dengan syar’i.

Dalil Dari Alquran dan Hadist akan Pentingnya membekali anak dengan keahlian kerja

Di dalam Al Qur’an Allah menyebutkan ayat-ayat yang menganjurkan seseorang untuk mencari rezeki dari sumber yang halal. Akan tetapi dengan syarat tidak melalaikan akhirat.

Allah berfirman:

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Terjemah Arti: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

(Al Qashash: 77)

Allah juga berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemah Arti: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

(Al Jumu’ah: 9-10)

Rasulullah pun juga menghasung umatnya untuk makan dari hasil jerih payahnya sendiri. Karena yang demikian lebih baik dan mulia. Sebagaimana diriwayatkan dari Al Miqdam radliallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

 

“Tidak ada seorang yang memakan satu makananpun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS memakan makanan dari hasil usahanya sendiri”. (HR Bukhari)

Dalam riwayat Ibnu Majah disebutkan, bahwa Rasulullah bersabda:

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidak ada yang lebih baik dari usaha seorang laki-laki kecuali dari hasil tangannya sendiri. Dan apa-apa yang diinfakkan oleh seorang laki-laki kepada diri, isteri, anak dan pembantunya adalah sedekah.” (HR. Ibnu Majah)

Dari Aisyah RA, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

“Sebaik-baik dari apa yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah yang berasal dari hasil usahanya, dan anak adalah hasil dari usahanya.” (HR. At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Hiban dan lain-lain)

 

Dari Abu Mas’ud Al Anshari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً

“Jika seorang muslim memberi nafkah pada keluarganya dengan niat mengharap pahala, maka baginya hal itu adalah sedekah.” (HR. Al Bukhari)

Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

“Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah atau seorang yang berdiri menunaikan qiyamullail dan berpuasa di siang harinya.” (HR. Al Bukhari)

Diriwayatkan dari Sa’ad, Rasulullah bersabda:

وَإِنَّكَ مَهْمَا أَنْفَقْتَ مِنْ نَفَقَةٍ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ حَتَّى اللُّقْمَةُ الَّتِي تَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِكَ

“Sesungguhnya apa saja yang kamu keluarkan berupa nafkah sesungguhnya itu termasuk shadaqah sekalipun satu suapan yang kamu masukkan ke dalam mulut istrimu.” (HR. Al Bukhari)

Aisyah berkata, “Para shahabat Rasulullah adalah pekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sehingga mereka beraroma kurang sedap Lalu dikatakan kepada mereka, “Seandainya kalian mandi.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim).

Bahkan orang yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya termasuk fi sabilillah, di jalan Allah. Diriwayatkan dari Ka’ab bin  ‘Ujrah, ia berkata, ‘’Seorang laki-laki  berjalan melewati Nabi. Para sahabat melihat ketabahan  dan kegiatannya, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya jerih  payah itu dilakukan di jalan Allah?”

Nabi bersabda, Jika ia keluar untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia keluar untuk memenuhi kebutuhan orangtuanya yang sudah renta, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia keluar untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri agar terjaga kehormatannya, maka ia berada di jalan Allah. Namun jika ia keluar untuk bekerja karena riya’ dan kebanggaan, maka ia berada di jalan setan.” (Diriwayatkan oleh Ath Thabrani dan perawinya dalah perawi yang tsiqah)

 

Larangan Meminta-minta

Tidak sedikit orang yang berilmu namun tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Ia hanya mengharapkan uluran tangan dari orang lain. Padahal meminta-minta merupakan perbuatan tercela yang tidak layak dilakukan seorang muslim kecuali dalam keadaan darurat. Rasulullah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan dengan tidak meminta-minta kepada orang lain. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ“Barangsiapa yang menahan (menjaga diri dari meminta-minta), maka Allah akan menjaganya dan barangsiapa yang meminta kecukupan maka Allah akan mencukupkannya. Barangsiapa yang mensabar-sabarkan dirinya maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada (diberikan) kesabaran”. (HR. Al Bukhari)

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda:

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ “Apabila seseorang selalu meminta-minta kepada orang lain, maka pada hari qiyamat dia datang (menghadap Allah) sedang di wajahnya tiada sekerat daging pun”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Rasulullah juga menghasung para shahabatnya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya. Bahkan bekerja dengan mencari kayu bakar itu lebi baik dari meminta-minta kepada orang lain. Dari Anas bin Malik bahwa seorang laki-laki dari kalangan Anshar datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta kepada beliau, kemudian beliau bertanya: “Apakah di rumahmu terdapat sesuatu?” Ia berkata; “Ya, alas pelana yang kami pakai sebagiannya dan kami hamparkan sebagiannya, serta gelas besar yang gunakan untuk minum air.” Beliau berkata: “Bawalah keduanya kepadaku.”

Kemudian ia membawanya kepada beliau, lalu Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam mengambilnya dengan tangan beliau dan berkata; “Siapakah yang mau membeli kedua barang ini?” Seorang laki-laki berkata; saya membelinya dengan satu dirham. Beliau berkata: “Siapa yang menambah lebih dari satu dirham?” Beliau mengatakannya dua atau tiga kali. Seorang laki-laki berkata; “Saya membelinya dengan dua dirham.”

Kemudian beliau memberikannya kepada orang tersebut, dan mengambil uang dua dirham. Beliau memberikan uang tersebut kepada orang anshar tersebut dan berkata: “Belilah makanan dengan satu dirham kemudian berikan kepada keluargamu, dan belilah kapak kemudian bawalah kepadaku.” Kemudian orang tersebut membawanya kepada beliau, lalu Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam mengikatkan kayu pada kapak tersebut dengan tangannya kemudian berkata kepadanya: “Pergilah kemudian carilah kayu dan juallah. Jangan sampai aku melihatmu selama lima belas hari.”

Kemudian orang tersebut pergi dan mencari kayu serta menjualnya, lalu datang dan ia telah memperoleh uang sepuluh dirham. Kemudian ia membeli pakaian dengan sebagiannya dan makanan dengan sebagiannya. Kemudian Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Ini lebih baik bagimu daripada sikap meminta-minta datang sebagai noktah di wajahmu pada Hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud)

Penutup akan Urgensi masalah ini

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan ketrampilan kerja kepada anak. Dengan ketrampilan tersebut anak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan memberi nafkah kepada keluarga kelak setelah ia menikah. Tidak meminta-minta dan mengharapa uluran tangan orang lain. Selain itu anak juga mendapat penghasilan yang halal, terhindar dari perkara yang syubhat dan haram. Wallahhu a’lam

 

Kisah Ashabus Sabt

Kaum yang melanggar larangan hari Sabtu

(Bagian 1)

Syeikh Muhammad bin Abdurrahman Al-‘Arify حفظه الله

Penyunting: Syahidan Sulthoni S.Psi

 

الحمد لله والصلاة والسلام على محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

Para Ikhwan dan Akhwat rahimakumullah, Segala puji bagi Allah k yang telah memudahkan kita untuk bertemu di salah satu rumah Allah l , yang tidaklah ada suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah (Masjid), membaca kitab Allah dan mempelajari isinya di antara mereka , kecuali pasti akan  turun kepada mereka ketentraman, Malaikat akan menaungi mereka dengan sayap-sayap mereka dan mereka senantiasa diliputi rahmat. Kemudian Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya  (penduduk langit). Maka kita berkumpul pada hari ini untuk membaca kitab-Nya dan mempelajarinya bersama-sama. Kita memohon kepada Allah untuk dikaruniai kemuliaan tersebut.

Saudara-saudara sekalian yang mulia, surat Al-A’raf adalah salah satu surat yang di dalamnya Allah l banyak menceritakan kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu.  Hari ini saya akan membahas satu kisah yang juga terdapat dalam surat ini. Kisah ini bercerita tentang suatu kaum dengan peradapannya. Kisah ini juga telah disinggung di beberapa surat sebelumnya seperti surat Al-Baqarah misalnya. Kita akan bahas makna-makna yang terkandung di dalamnya. Allah l menjelaskan di dalamnya sekian banyak fadhilah.

Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an sangat beraneka ragam.  Oleh karena itu Sufyan Ats-Tsauri  v berkata: “kisah merupakan salah satu tentara Allah “ maksudnya Allah jadikan kisah-kisah itu pelajaran bagi orang lain. Bila anda berbicara tentang kesabaran para Nabi dalam berdakwah anda akan temukan kisah yang pas untuk itu.  Bila anda berbicara tentang perdagangan anda dapat mengambil pelajaran dari kisah Qarun. Bila anda berbicara tenntang fitnah kaum wanita anda bisa mengambil contoh kisah  Isteri Raja yang menggoda Nabi Yusuf p . Pendek kata tak ada satu pun kisah dalam Al-Qur’an kecuali pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik. Oleh karena itu Allah l berfirman kepada Nabi kita ` :

 

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir “(QS Al-A’raf 176)

Banyak sekali cerita fiktif atau cerita nyata yang beredar di tengah masyarakat, namun sebagian besar telah terdistorsi, baik ditambahi, dikurangi isinya  atau diputar balikkan fakta yang ada. Berbeda dengan kisah-kisah dalam Al-Qur’an, semuanya  adalah kisah nyata yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Sekarang kita akan berbicara tentang kisah Ashabus Sabt , siapakah mereka? dan ada apa dengan hari sabtu?  di mana tempat itu persisnya? Siapakah Nabi yang hidup di tengah-tengah mereka? Dan mengapa Allah berfirman di awal kisah” Dan tanyakanlah kepada mereka!” kepada siapa bertanya? Kenapa di ayat lain Allah berfirman “dan bacakanlah kepada mereka”, siapa mereka yang dimaksud?. Dan bolehkah pula kita memanggil Yahudi dengan anak keturuna kera?.

Sebelum menyebutkan kisah ini, pada ayat-ayat sebelumnya Allah l telah menerangkan keadaan Bani Isra’il.  Allah l  berfirman di antaranya :

ﮀ  ﮁ   ﮂ  ﮃ  ﮄ  ﮅ  ﮆ  ﮇﮈ  ﮉ    ﮊ  ﮋ  ﮌﮍ

“ Dan (ingatlah hai Bani Israel), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firaun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu  (QS Al-A’raf: 141)

Semua ayat-ayat ini, termasuk ‘ dan tanyalah kepada mereka ‘(awal kisah ini), semuanya tertuju kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah yaitu Bani Qainuqa’, Bani Nadhir dan Bani Quraidhah. Mengapa ayat-ayat ini tertuju kepada mereka tetapi di awal kisah ini Allah justru berbicara dan memerintahkan  Nabi kita `  untuk bertannya kepada kaum Yahudi tentang kisah ini. Mengapa tak langsung kepada mereka seperti pda ayat-ayat sebelumnya?

Allah l menyebutkan keadaan Bani Isra’il sebagai peringatan bagi kita semua. Nama Musa p disebut sebanyak 133 kali dalam Al-Qur’an. Beliaulah Nabi yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Nabi kita, Muhammad ` hanya disebut empat kali saja. Baiklah, mengapa Musa disebut dengan jumlah yang luar biasa banyaknya?. Al-Qur’an turun setelah sekian lama Rasulullah menjadi seorang yang memiliki keistimewaan tersendiri di kalangan Quraisy. Baru kemudian menjadi Nabi. Beliau sangat istimewa sekali, padahal ketika itu Quraisy berinteraksi dengan orang-orang Yahudi yang memiliki peninggalan kitab suci. Bahkan mereka memiiki pengaruh yang besar bagi bangsa Arab. Adalah orang-orang Arab, baik Quraisy atau yang lain, bila mereka penasaran dengan sesuatu maka mereka pergi ke orang-orang Yahudi untuk bertanya. Oleh karena itu ketika Nabi mulai mendakwahkan Islam mereka pun pergi ke orang-orang yahudi menayakan kepada mereka perihal beliau `. Nah, karena itu Nabi ` serng membacakan kepada para Shahabat g kisah-kisah Bani Isra’il, sebagai peringatan agar jangan samapai seperti mereka. (bersambung).

Diadaptasi dari Video Ceramah beliau yang berjudul : قصة أصحاب السبت . : http://m.youtube.com/watch?v=-usLfuIreq0

 

Untaian-untaian nasehat hati Penuh Hikmah

Nasehat sangatlah diperlukan bagi setiap manusia yang hidup dimuka bumi ini. Karena dengan nasehat yang diberikan orang lain kepada kita, maka kita bisa mengerti akan kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita.

Sehingga dengan nasehat-nasehat yang diberikan orang lain kepada kita, maka kita bisa membenahi kesalahan-kesalahan tersebut. Agar diri kita ini menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat kepada sesama.

Berikut ini admin majalah taujih berikan sedikit untaian nasehat hati yang inshaAllah penuh hikmah dan bagus untuk kita renungi

Untaian-untaian nasehat hati Penuh Hikmah

Jika Allah memberikan anda harta yang melimpah ,maka anda wajib mesyukurinya ,dan jika anda miskin maka bersabar sudah menjadi kewajiban anda .Apabila anda berkeluh kesah maka takdirpun akan terus berjalan dan anda mendapatkan dosa ,dan jika anda bersabar maka takdirpun akan terus berjalan dan anda mendapatkan pahalanya.Itulah kewajiban yang telah digariskan oleh syari’at atas manusia ,karena sesungguhnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian ,barangsiapa menyikapi ujian sesuai dengan yang diperintahkan maka ia adalah orang yang mulia dan selamat .

Rasulullah bersabda,

ما يزال البلاء با المؤمن و المؤمنة في نفسه وولده وما له حتى يلقي الله وما عليه خطيىْة,

 Cobaan akan selalu menerpa setiap muslim baik dalam masalah jiwanya,anaknya,dan hartanya ,sehingga mereka menemui Allah tanpa ada dosa sedikitpun.”(HR.Tirmidzi,dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani;2270).

Ali bin Abi Thalib mengatakan ,”JIka engkau bersabar ,takdir akan terus berjalan dan engkau akan mendapatkan pahalanya,sedangkan jika engkau menggurutu takdirmu akan terus berjalan dan engkau akan mendapatkan dosa.”

Utbah bin Gazwan berkata,”Sesungguhnya dunia ini telah mengingatkan akan kehancurannya dan melaju dengan cepatnya serta tidak tersisa darinya kecuali hanya seperti air dari bejana yang telah dituangkan oleh pemiliknya .Sesungguhnya kalian akan berpindah dari alam dunia ke alam yang tidak mengalami kebiasaan .Oleh karena itu berpindahlah kalian dengan membawa bekal kebaikan yang ada pada kalian “…(HR.Muslim ;2967)

Imam As-Syafi’I rahimallahu mengatakan,”Bertakwalah kepada Allah ,bayangan akhirat  dalam hatimu .Jadikanlah kematian dipelupuk matamu ,dan janganlah engkau melupakan saat berdiri dihadapan Allah ,jauhilah larangan-larangan –Nya dan kerjakan kewajiban-kewajiban-Nya .Tetaplah konsisten bersama kebenaran dimanapun berada,sekali-kali janganlah meremehkan kenukmatan yang diberikan Allah untukmu meski hanya sedikit ,sambutlah ia dengan rasa syukur.Hendaklah diammu dalam keadaan berfikir ,ucapanmu berupa dzikir ,dan pandanganmu ditujukan untuk mengambil ibrah.”

Imam Ibnu Qayyim rahimallah mengatakan ,”apabila orang-orang merasa kaya dengan dunia,maka hendaklah engkau merasa kaya dengan dunia ,maka hendaklah engkau merasa kaya dengan Allah ,dan kalau orang lain bangga dengan harta ,maka hendaklah engkau bangga dengan Rabb-mu.Dan apabila manusia tenang dengan kekasih mereka ,maka hendaklah engkau tenang dengan Allah ,dan manakala mereka mendekati raja dan para sultan serta penguasa (dunia) untuk meraih kemuliaan dan kedudukan ,maka dekatilah Allah Rabb-mu ,dan cintailah pasti engkau akan memperoleh izzah dan keluhuran.”(Al-Fawa’id)

Ibnu Mas’ud berkata ,”Ridhailah apa yang Allah telah berikan kepadamu ,niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.Jauhilah hal-hal yang dilarang Allah niscaya engkau menjadi orang yang paling wara’ ,tunaikanlah apa yang sudah menjadi kewajibanmu niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli dalam ibadah.”(Siyaru ‘Alamin An-Nubala’;1/497)

Al-Hasan Al-Basri rahimallah berkata,”Orang mukmin adalah kuat atas dirinya ,dia menghisab dirinya  karena Allah ,sesungguhnya hisab itu bisa jadi ringan bagi suatu kaum di hari kiamat ,yang ketika selama di dunia mereka rajin menghisab (mengintropeksi) dirinya . Sesungguhnya hisab itu berat bagi suatu kaum di hari kiamat ,yaitu mereka yang yang tidak melakukan muhasabah di dunia.”(Tadzkiyatu An-Nafs;75).

Saudaraku carilah dunia dengan cara yang baik dan halal. Janganlah hanya karena mencari sesuap nasi anda melakukan apa-apa yang diharamkan dan melupakan kewajiban kepada Sang Pencipta . Ingatlah Allah dimana pun anda berada ,ingatlah Ia tatkala anda dalam keadaan lapang ,niscaya Dia akan mengingat anda di waktu anda dalam keadaan sempit.Sembahlah Allah ,kerjakanlah sholat ,tunaikanlah zakat,kerjakanlah segala apa yang telah di wajibkan atas anda ,dan tinggalkanlah segala sesuatu yang di larang atas anda ,serta perlakukanlah dunia ini sesuai dengan apa yang di ridhaiNya ,niscaya kebahagiaan dan nikmatnya kehidupan akan anda dapatkan .

 

Bagi seorang hamba yang mau untuk Mengikuti Hawa nafsunya, maka dia tidak akan pernah puas dan merasa cukup. Karena hakekat dari hawa nafsu itu adalah untuk dikekang dan diatur dengan aturan-aturan yang telah diwajibkan oleh Allah swt dan diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.

Hakekat nafsu yang ada pada diri kita adalah untuk diatur dengan syariat yang telah diturunkan oleh Allah SWT, yakni dengan syariat islam.

Dan sudah selayaknya seorang muslim tahu akan batasan-batasan yang diperbolehkan oleh agama dalam memenuhi hawa nafsunya. Karena didalam memenuhi hawa nafsu tersebut ada yang diperbolehkan dan ada yang dilarang oleh agama.

Kita harus tahu mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak boleh kita lakukan, agar kelak ketika sudah datang ajal menghampiri diri kita. Kita bukan termasuk orang yang merugi karena menuruti hawa nafsu yang terlarang olehNya.

Berikut ini ada kisah islami yang menarik tentang  seorang yang terjerumus ke dalam gemerlapnya kehidupan dunia karena mengikuti hawa nafsu yang terlarang, semoga kisah ini berguna dan memberikan manfaat kepada kita semua.

Kisah seorang yang terjerumus ke dalam gemerlapnya kehidupan dunia

            “BINTANG KEJORA DARI TIMUR”

Ia adalah seorang wanita yang di juluki “bintang kejora dari timur”,ia bernama Ummu Kutsum .Para penggemarnya mengatakan bahwa ia adalah biduanita yang sangat mengagumkan .Mereka juga mengatakan bahwa kecintaan mereka terhadap bangsa Arab terhadapnya sama dengan kecintaan mereka terhadap bangsa Palestina .Mereka juga mengatakan bahwa Ummu Kultsum pengharum abad ini.

Wanita yang namanya melejit lewat seni tarik suara ini telah membuat para penulis dan penya’ir menciptakan lirik-lirik lagu dan sya’ir-sya’ir yang penuh dengan cinta dan asmara.Lewat lagu dan penampilannya ia mampu mengajak orang bergadang sampai menjelang pagi.

Mustofa Amin,seorang penulis mesir berkata,”Aku pernah melihat Ummu Kultsum setelah berhasil membuat pemberontakan besar-besaran ,ia mengatakan bahwa dirinya bersedia mengeluarkan setengah dari harta kekayaan yang di milikinya,hanya untuk mendapat izin memakan satu butir telur setiap hari .Rupanya dahulu para dokter melarangnya memakan telur yang merupakan makanan kesukaan yang paling di senanginya .Aku pun selalu ingat bahwa setiap kali Ummu Kultsum bertemu denganku ,ia selalu berkata bahwa hari-harinya melarat ,sewaktu di desa dahulu merupakan hari-hari yang paling bahagia yang ia rasakan sepanjang hidupnya.”

Adapun tentang kematian perempuan ini ,semoga menjadi renugan bagi kita semua ,yakni ia menderita dalam kurun waktu yang cukup lama. Satu persatu anggota tubuhnya dimatikan oleh Allah.(Tajaribuhum Ma’as sa’adah ,di ringkas dari buku ‘Taubat Surga Pertama Anda ‘ Pustaka Imam Syafi’i.)

Sifat-sifat Orang-orang Munafik Yang wajib untuk kita hindari

Banyak sekali sifat-sifat tercela yang harus dihindari oleh seorang muslim sejati. Diantaranya adalah sifat-sifat yang ada didalam diri orang munafik, tentu kita sebagi seorang muslim tidak ingin terjerumus kedalam nerakaNya karena adanya sifat-sifat kaum munafik yang melekat didalam diri kita.

Kita berdoa kepada Allah SWT semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat nifak yang ada didalam diri kita. Kita memohon kepada Allah swt agar menjadikan kita mukmin sejati yang mampu untuk menjauhi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafik.

Allah menyebutkan kata nifak berikut beberapa pecahan katanya sebanyak 37 kali dlm beberapa surat yg berbeda-beda yaitu surat Ali Imron, al Hasyr dll. Hal ini menjadi indikasi betapa berbahayanya kaum munafik terhadap masyarakat dan agama Allah. Kita memohon kpd Allah agar menyelamatkan diri kita dari bahaya kaum munafik.

Berikut di antara Sifat orang munafik menurut Al Qur’an:

Alquranulkarim yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabiNya Muhammad SAW telah menjelaskan dengan detail dan sangat rinci akan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafik.

Dengan segala hikmahNya Allah Swt menjelaskan kepada kita para hamba-hambanya untuk selalu menjauhi sifat-sifat kaum munafik. Berikut ini kami ringkaskan 20 Sifat Kaum Munafik Yang Wajib Untuk Kita Hindari agar kita menjadi seorang mukmin yang sejati dan tidak terkontaminasi oleh penyakit-penyakit nifak.

1. Suka berdusta :

Ibnu Taimiyah رحمه الله menjelaskan,”Dusta adalah salah satu pilar kekafiran.” Beliau juga menjelaskan bahwa apabila Allah menyebut kata munafik dlm al Qur’an, maka selalu saja menyebutkan kata dusta bersamanya. Dan apabila Allah menyebutkan kata dusta, maka selalu saja diiringi dgn kata munafik.

Allah berfirman :

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Mereka menipu Allah dan orang-orang yg beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tdk sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yg pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS al Baqoroh 9-10)

Bila Allah menyebutkan kata nifak, maka biasanya Allah juga menyebutkan karakter ‘jarang berdzikir’. Sementara, bila Allah menyebutkan kata iman, maka biasanya Allah menyebutkan juga kata dzikir kpd Allah.

Allah berfirman :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An Nisa’ 142)

Dan Kemudian Allah SWT Berfirman di ayat yang lain :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yg beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yg membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yg rugi.

(QS al Munafiqun 9)

Allah menepis sifat kemunafikan dari diri orang-orang beriman, dgn menyebutkan bahwa mereka suka berdzikir kpd-Nya. Sementara kaum munafik, Allah gambarkan sebagai orang-orang yg jarang berdzikir.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk.

 

20 Sifat Kaum Munafik Yang Wajib Untuk Kita Hindari

 

 

2. Malas Beribadah

 

Allah berfirman :

وإذا قاموا الى الصلاة قاموا كسالى

Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dgn malas.

( QS an Nisa’ 142 )

Kalau kita melihat adanya orang yg bermalas-malasan saat melaksanakan sholat, dlm berlomba-lomba meraih shof pertama, berdzikir, berdakwah, menuntut ilmu, dan dlm menghadiri majlis2 kebajikan, maka ketahuilah bahwa ada bisikan setan dlm hatinya. Setan ingin agar hatinya lengah dan bersenang-senang saja. Hal itu harus diwaspadai.

Bukan berarti orang yg telah melaksanakan sholat selamat dlm kemunafikan. Dahulu, kaum munafikpun sholat bersama Rosulullah صلى الله عليه وسلم. Namun, ciri khas sholat mereka adalah terlihat seperti bermalas-malasan. Mereka bangkit melakukan sholat dgn malas dan dingin, seolah-olah tak hidup dan tak berkekuatan. Padahal Allah berfirman :

يا يحيى خذ الكتاب بقوة

Hai Yahya, ambilah al kitab (taurot) itu dgn sungguh-sungguh.

QS Maryam 12

Adapun mereka seolah-olah salah seorang dari mereka menyeret kakinya, seperti seseorang dibelenggu dgn mata rantai dan menyeretnya menuju masjid. Anda akan melihatnya hanya berdiri di pinggir shof atau di bagian belakang masjid, ia tdk mentadaburinya dan tdk menyimak dgn seksama.

Dalam Shohih Muslim ada sebuah riwayat dari al Aswad bin Yazid Al ‘Iroqi, seorang ahli ibadah, ia menuturkan,”Aku pernah bertanya kpd Aisyah,”Kapan biasanya Rosulullah صلى الله عليه وسلم bangun untuk sholat malam ? ‘Aisyah menjawab,”Beliau biasa bangun setelah mendengar lengkingan. Yang dimaksud dgn lengkingan yaitu suara ayam jantan berkokok. Aisyah menjelaskan,”Biasanya beliau langsung melompat bangun.” Aisyah tdk mengatakan bahwa beliau langsung berdiri, tapi langsung melompat bangun. Ini menunjukan bahwa beliau seorang pemberani, cekatan dan bersemangat. Iman beliau membara dan tekad beliau betul-betul kuat, sehingga beliau melaksanakan ibadah dgn sigap dan tunduk.

Karenanya, kita sering menyaksikan orang sholeh yg selalu melihat ke arah jarum jam, kpn akan bergema adzan? Apakah waktu sholat sudah masuk? Apakah waktunya sdh tiba? Kemudian ia segera bangkit berdiri.

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu dzikir kpd-Mu, betsyukur kpd-Mu dan memperbagus ibadah kpd-Mu.

 

3. Riya dalam ibadah

Allah berfirman :

يرآون الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا

Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS An Nisa’ 142

Dalam Shohihul Bukhori dan Shohih Muslim disebutkan bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من راءى الله به، ومن سمع سمع الله به

Barangsiapa yg bersikap riya’, maka Allah akan memperhatikan keriya’annya di akhirat kelak. Barangsiapa suka memperdengarkan ibadahnya, maka Allah akan memperdengarkan perbuatannya itu kelak.

Dihadapan orang banyak ia bisa kelihatan khusyuk, namun saat sholat sendirian dan tanpa bersama orang lain, ia sholat tak ubahnya seperti ayam mematuk. Kalau sedang duduk-duduk bersama orang banyak, ia kelihatan zuhud dan taat beribadah, selalu menjaga sopan santun dlm ucapan dan tutur katanya, tapi kalau sendirian, ia nekat melakukan hal-hal yg diharamkan oleh Allah.

 

Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Huroiroh رضي الله عنه dgn sanad yg layak disebut hasan, bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

*Pada hari kiamat nanti, akan datang sekelompok orang membawa banyak kebajikan laksana gunung Tihamah yg berwarna putih yg akan diubah oleh Allah menjadi debu yg beterbangan.* Para sahabat bertanya : *Wahai Rosulullah! Bukankah mereka adalah kaum muslimin?* Beliau menjawab : *Benar. Mereka sholat sebagaimana kalian sholat. Mereka juga berpuasa seperti kalian berpuasa. Bahkan mereka memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan, dan juga melaksanakan sholat malam. Tapi kalau sedang sendirian, mereka gemar melaksanakan perbuatan-perbuatan haram.*

 

Riya’ adalah ciri kemunafikan. Ia beramal hanya ingin dilihat oleh orang lain dan berbicara hanya ingin dilihat orang lain. Kita memohon kpd Allah agar membersihkan jiwa kita dari penyakit riya’ dan sum’ah. Karena keduanya adalah penyakit yg berbahaya. Bila penyakit tsb menimpa seorang hamba, maka rusaklah amal perbuatannya.

Amin

4. Jarang Berdzikir

Allah berfirman :

 

ولا يذكرون الله الا قليلا

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

QS Ali Imron 142

Dalam ayat itu tdk disebutkan,” *Dan tidaklah mereka menyebut Allah”* tapi disebutkan, ” *Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”*. Bisa jadi, seorang munafik berdzikir dan bertasbih kpd Allah, tapi jarang. Lesan dan hatinya telah mati atau sakit. Ia tdk memiliki semangat berdzikir.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، تلك صلاة المنافق، يرقب الشمس حتى تدنو من المغرب. وفي لفظ: حتى تصفر، ثم يقوم فينقر أربع ركعات لا يذكر الله فيها الا قليلا

Demikianlah sholat orang munafik. Demikianlah sholat orang munafik. Demikianlah sholat orang munafik. Ia hanya menunggu-nunggu matahari hingga hampir tenggelam. Dalam lafadz yg lain disebutkan,” Hingga matahari menguning, kemudian bangkit dan mematuk empat kali. Hanya sedikit berdzikir kpd Allah. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad)

Adapun tanda keimanan adalah banyak berdzikir. Ibnul Qoyyim menjelaskan dlm bukunya Al Wabil Ash Shoyyib :” *Kalau saja manfaat dzikir itu hanya menyelamatkan pengucapnya dari kemunafikan, maka itu sdh cukup.”*

Ada orang bertanya kpd Ibnu Ash Sholah, seorang ahli fiqih bermadzhab syafi’iyah:”Seberapa batas dikatakan banyak berdzikir?” Beliau menjawab :” Barangsiapa yg secara konsisten membaca dzikir2 yg disyareatkan dari Nabi, berarti ia sdh banyak dzikir.”

Sebuah riwayat dinisbahkan kpd Ibnu Abbas bahwa ia mengatakan:” Barangsiapa berdzikir kpd Allah,saat bermukim dan saat melakukan perjalanan, saat di rumah dan di luar rumah, saat sehat dan sakit, berarti ia telah banyak berdzikir kpd Allah.”

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah aku agar selalu dzikir kpd-Mu,  bersyukur kpd-Mu dan memperbagus ibadah kpd-Mu.

 

5. Mematuk dalam Sholat

Telah kami sebutkan dlm hadits diatas, ” *Demikianlah sholat orang munafik … mematuk empat kali*. Artinya, sholat dgn cepat sekali dan tdk khusyu’, tergesa-gesa, tdk tenang, sedikit berdzikir, pikiran ke mana-mana, tdk mampu membayangkan keagungan, kebesaran, dan kedudukan Allah. Inilah ciri-ciri orang munafik.

Ibnul Qoyyim didalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan,”Terkadang seseorang sholat disamping saudaranya dlm satu shof dan satu imam, namun sholat keduanya berbeda satu dgn yg lain, ibarat antara langit dan bumi.” Sebab yg satu memendam keukhlasan, kerinduan, muroqobah (merasa diawasi Allah), dan rasa takut, sementara yg lain pikirannya ke mana-mana, jauh dan tdk ada ruh (khusyu’ dlm sholat). Wal ‘iyadzu billah.

Hendaklah kita menaruh perhatian tentang kekhusyukan dlm sholat. Allah berfirman :

قد أفلح المؤمنون. الذين هم في صلاتهم خاشعون. والذين هم عن اللغو معرضون.

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman, (yaitu) orang-orang yg khusyuk dlm sholatnya, dan orang-orang yg menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yg tiada berguna.

QS Al Mukminun 1-3

 

6. Melecehkan Kaum Mukminin yg taat dan Orang-orang sholeh.

Arti melecehkan disini adalah mencemari kehormatan dan mengejek mereka secara lesan. Kaum mukminin yg taat disini termasuk orang-orang yg suka bersedekah karena ketaatan kpd Allah dan berkorban dijalan Allah. Dan juga termasuk didalamnya para ulama dan aktifis-aktifis Islam yg sedang melaksanakan ibadah dakwah, amar makruf dan nahi mungkar dan jihad di jalan Allah.

Anda akan mendapati bahwa yg diincar oleh orang munafik dlm setiap kesempatan adalah orang-orang sholeh dan orang-orang taat, yg dianggap sebagai orang kolot, ekstrem (radikal),  intoleran dan layak diganggu. Tak pernah terdengar ia membicarakan kaum Yahudi, Nasrani, atheis atau kaum zindiq. Sepanjang hari, pagi dan sore, mereka hanya mengobrolkan tentang wali Allah (orang beriman dan bertaqwa) yg mereka kecam, mereka hina dan mereka lecehkan.

 

Allah berfirman :

إن الذين أجرموا كانوا من الذين آمنوا يضحكون. وإذا مروا بهم يتغامزون. وإذا انقلبوا إلى أهلهم انقلبوا فاكهين. وإذا رأوهم قالوا إن هؤلاء لضالون.

Sesungguhnya orang-orang yg berdosa, adalah mereka dahulu menertawakan orang-orang yg beriman. Dan apabila orang-orang beriman lewat dihadapan mereka, mereka saling mengedik-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kpd kaumnya, mereka kembali dgn gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan:”Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang sesat. (QS al Muthoffifin 29-32)

 

Berkata Syaikh Sholeh Fauzan hafidhohullah :

 

Seperti inilah apa yg sebagian mereka katakan : “Sesungguhnya Islam sudah tdk cocok lagi di abad duapuluh, sesungguhnya ia (Islam) hanya cocok di abad pertengahan, dan ia (Islam) adalah ketinggalan jaman, kolot, dan di dalam hukuman hudud dan takzir terdapat kekejaman dan tdk berperi kemanusiaan, ia mendholimi wanita dan haknya karena membolehkan perceraian dan poligami.” Mereka juga mengatakan : “Berhukum dgn hukum buatan manusia lebih baik dari pada hukum Islam, mereka juga mengatakan terhadap orang yg mendakwahkan tauhid dan mengingkari beribadah kpd kuburan : Ini orang ekstrem atau dia hendak memecah belah persatuan dan kesatuan kaum muslimin, atau dia adalah wahabi atau ini madzhab kelima atau agama bukan hanya dlm rambut sebagai bentuk perolok-olokan kpd memanjangjan jenggot dan perkataan-perkataan yg serupa yg semuanya mencela agama, pengikutnya dan memperolok-olok akidah yg benar.” (Kitabut Tauhid hal 47)

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

وإن الرجل ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار أبعد ما بين المشرق والمغرب

Dan sesungguhnya ada seseorang berkata dgn perkataan, dia tdk berfikir apakah ia baik atau buruk didalamnya yg dia terjerumus dgnnya di neraka lebih jauh jarak antara timur dan barat.

HR Bukhori dan Muslim

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk (ilmu) dan orang-orang yg diberi petunjuk.

 

7. Mengejek al Qur’an dan al Hadits, serta Rosulullah

Penulis pernah mendengar kisah seorang lelaki fasik di zaman ini, bahwa ia pernah duduk bersama sekelompok pemuda, lalu mengajak dan menggiring para pemuda itu menjauh dari jalan surga, dan membawa mereka menuju jalan neraka. Ia berkata kpd para pemuda itu,”Maukah kalian kuceritakan sebuah hadits Rosulullah صلى الله عليه وسلم dari Abu Huroiroh? Mereka menjawab,”Cobalah ceritakan kpd kami hadits dari Abu Huroiroh itu.” Ia berkata,”Bibiku telah menceritakan kepadaku, ia berkata bahwa bibinya telah menceritakan kpdnya bahwa neneknya telah mendengar seseorang berkata,”Suatu hari Rosulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kpd para sahabat yg mengerumuni beliau,”Tahukah kalian, apa itu BBC?” Para sahabat menjawab,” Kami tdk tahu,” Beliau bersabda,” Pergi kalian dari hadapanku! Masak kalian tdk tahu apa itu BBC!”

Dengan ucapan itu, ia telah kafir dan darahnya menjadi halal, tdk boleh disholatkan, dikafani dan dikebumikan di perkuburan kaum muslimin. Karena ia telah kafir.

Allah berfirman :

قل أبالله وآيته ورسوله كنتم تستهزءون

Katakanlah : “Apakah dgn Allah, ayat-ayatNya dan RosulNya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, krn kamu kafir sesudah beriman.” (QS at Taubah 65-66)

Allah menurunkan ayat ini kpd sekelompok kaum munafikin yg juga sholat, berpuasa dan berjihad bersama Rosulullah صلى الله عليه وسلم . Akan tetapi, mereka terbiasa begadang dan mengobrol. Salah satu diantara mereka mengatakan,”Sungguh kita belum pernah melihat orang-orang seperti para qori’ kita ini (para sahabat) , yakni yg lebih gendut (besar perutnya) dari mereka dan lebih pengecut dari mereka saat menghadapi musuh.”  Maka Allah menurunkan firmanNya yg menjelaskan kekafiran mereka, kemurkaanNya terhadap mereka, sekaligus membuka aib mereka dihadapan para para makhluknya. Tidak ada yg berhak diibadahi secara benar melainkan Allah. Sungguh betapa banyak istana Islam yg telah mereka hancurkan. Balasan bagi mereka adalah neraka jahanam, dan sungguh ia adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Pelecehan itu bisa terbungkus dlm bentuk pelecehan thd sunnah Rosulullah صلى الله عليه وسلم. Contoh, melecehkan pakaian, siwak, jenggot, cara duduk, berlaku menurut ajaran sunnah, dan hadits Rosulullah صلى الله عليه و سلم. Status orang yg melakukan pelecehan itu secara sengaja adalah kafir.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah, jadikanlah kami orang yg memberi petunjuk (ilmu) dan mendapatkan petunjuk.

 

8. Suka Bersumpah Palsu

 

Allah berfirman :

اتخذوا أيمانهم جنة فصدوا عن سبيل الله فلهم عذاب مهين

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai.

QS Al Mujadalah 16

 

Yakni untuk membela diri mereka. Jika anda bertanya kpdnya, maka ia bersumpah. Sumpah adalah hal yg mudah bagi mereka, dan itu mereka lakukan dgn dusta. Mereka sedemikian mudah menggunjing orang lain. Kalau ada orang digunjing mendengar gunjingan tsb, maka si penggunjing akan mengatakan :” Demi Allah, aku sama sekali tdk pernah menggunjingmu. Demi Allah, engkau adalah orang yg paling aku cintai! Engkau betul-betul temanku!” Ucapannya itu dusta, dan ia menjadikan sumpahnya hanya sebagai perisai bagi dirinya.

 

Diantara ciri orang munafik adalah banyak bersumpah secara dusta. Allah berfirman:

 

Maka jangan kamu ikuti orang-orang yg mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). Dan janganlah kamu ikut setiap orang yg banyak bersumpah lagi hina.

QS al Qolam 8-10

 

Imam Syafi’i menjelaskan,”Aku tak pernah bersumpah atas nama Allah, baik sumpah yg dusta ataupun benar. Tujuanku adalah untuk memuliakan Allah Yang Maha Esa dan karena keagunganNya.”

 

9. Merasa Terpaksa disaat berinfak.

 

Anda akan melihat seorang munafik bersedekah, berinfak dan berderma. Terkadang ia membangun masjid atau memberikan sesuatu. Tapi itu dilakukan hanya karena faktor riya’ atau sum’ah belaka. Ia akan berinfak dgn keterpaksaan. Ia bisa berinfak krn berbagai alasan pada dirinya yg hanya diketahui oleh Allah, baik karena ingin mengejar popularitas, mencari perhatian banyak orang, atau sekedar berbuat riya’ di hadapan sebagian orang. Ia berinfak dgn terpaksa yg pada dasarnya ia tdk ingin berinfak. Sebaliknya, seorang muslim akan berinfak dgn lapang dada dan merasa tentram. Ia akan memuji Allah krn telah dipermudah memujudkan amal kebaikan, membantu orang fakir atau miskin dan diterima sedekahnya. Ia akan memuji Allah krn dapat melakukan semua itu.

 

*Inilah yg dijanjikan bagi orang yg gemar berinfak:*

 

Allah berfirman :

وما أنفقتم من شيء فهو يخلفه وهو خير الرازقين

Dan apa saja yg kamu infakan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yg terbaik.

QS as Saba’ 39

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه bahwa Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah berfirman :

يا ابن آدم آنفق أنفق عليك

Hai anak adam, berinfaklah kamu, niscaya Aku akan (balas) infak atas kamu.

HR Bukhori & Muslim

 

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata : Telah bersabda Rosulullah صلى الله عليه وسلم :

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة: الا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Apabila manusia meninggal niscaya terputuslah amalnya kecuali tiga yaitu sedekah jariyah atau ilmu yg diambil manfaat dgnnya atau anak sholeh yg mrndoakannya.

HR Muslim

 

Abu Na’im menyebutkan dlm Hilyatul auliya’ bahwa Uwais Al Qorni apabila memasuki sore hari dia bersedekah dgn apa yg ada dirumahnya berupa karunia dari makanan dan pakaian. Kemudia dia berkata :

اللهم من مات جوعا فلا تؤاخذني به، ومن مات عريانا فلا تؤاخذني

Ya Allah, barangsiapa yg mati krn lapar, maka jangan Engkau siksa aku dgnnya, dan barangsiapa mati karena telanjang, maka jangan Engkau siksa aku dgnnya.

 

*10. Pecundang:*

Diantara ciri kemunafikan adalah mereka selalu saja menjadi pecundang di barisan shof kaum muslimin. Arti menjadi pecundang disini, bahwa krn sikapnya, ia menjadi pecundang. Karena ia selalu saja merasa pesimis. Terkadang ia mengatakan,”Orang-orang kafir lebih kuat dibandingkan kaum muslimin.” Terkadang, ia berkata mencemooh,”Apakah kaum muslimin sanggup berperang melawan orang-orang yg sdh bersenjata nuklir dan bom atum? Mereka tdk mungkin mampu.”Kita kaum muslimin, sungguh sdh rusak, binasa, lemah dan mengenaskan.” Demikianlah ucapan yg selalu didengung-dengungkannya. Oleh sebab itu, kita bisa mendapati banyak kaum munafik yg baru datang dari luar negeri-negeri Barat, biasanya telah mengalami brain washing alias cuci otak, sehingga mereka tak ubahnya menjadi boneka-boneka kaum kafir dan penjajah asing, padahal mereka berasal dari generasi kita juga. Mereka selalu saja menggambarkan kehebatan Barat. Sebaliknya, mereka justru selalu menuturkan betapa lemah dan hinanya kaum muslimin. Karena mereka tdk pernah mencari kemuliaan dari Allah.

 

Allah berfirman :

إن ينصركم الله فلا غالب لكم

Jika Allah menolong kamu, maka tdk ada orang yg dapat mengalahkanmu.

QS Ali Imron 160

 

Allah berfirman :

 

Perumpamaan orang-orang yg mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yg membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yg paling lemah ialah rumah laba-laba.

QS Al Ankabut 41

 

Tapi ia tdk menyadari dan sama sekali tdk tahu bahwa kemuliaan itu hanya berasal dari Allah, sehingga selalu saja ia menjadi pecundang.

 

Kalau ia melihat ada orang yg hendak menghadiri ceramah, ia justru melecehkan,”Saya kira, ceramah seperti itu tdk ada gunanya. Karena isinya paling hanya,”Bertaqwalah kpd Allah, bertaqwalah kpd Allah,” ujarnya.

 

  1. Mendramatisir Peristiwa

 

Allah berfirman :

لئن لم ينته المنافقون والذين في قلوبهم مرض والمرجفون في المدينة لنغرينك بهم ثم لا يجاورونك فيها الا قليلا

Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yg berpenyakit dlm hatinya dan orang-orang yg menyebar berita bohong di Madinah tdk berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tdk lagi menjadi tetanggamu (di Madinah)kecuali sebentar. QS al Ahzab 60

 

Seorang pendramatisir, biasanya suka membesar-besarkan masalah. Saat terjadi peristiwa ringan, maka ia akan menggambarkannya seolah persoalan sulit dan besar. Saat si munafik mendengar terbunuhnya salah seorang mujahidin, serta merta ia berkata,”Aku mendengar bahwa ada sekitar seratus orang munjahidin yg terbunuh.” Sekiranya ia mendengar ada seorang ulama melakukan kekeliruan dlm satu masalah kecil, maka ia aka berkata,”Semoga Allah memberikan kpd kita petunjuk. Memang ia banyak kelirunya. Ulama macam apa pula dia! Ia betul-betul tdk mengerti apa-apa!”

 

Kalau ada seorang dai berbicara, dan ucapannya terselip tanpa disengaja, si pendramatisir masalah ini segera membesar-besarkan persoalannya dlm berbagai pertemuan,”Kalian dengar tdk, kalau dia ngomong begini dan begini?” Ia hanya mencuplik beberapa bagian dari ucapan si dai. Padahal, si dai tsb memiliki banyak kebajikan dan keutamaan yg sulit dihitung. Tapi, semua itu tdk disebarkan di tengah khalayak.

 

Asy Sya’bi mengungkapkan,”Sungguh belum pernah menyaksikan orang-orang seperti para pendramatisir masalah. Demi Allah, sekiranya aku melakukan 99 kali perbuatan baik, niscaya mereka segera melupakannya. Mereka hanya menghitung satu kesalahan saja yg kulakukan.” Tidak diragukan lagi bahwa hal tersebut termasuk bentuk menyebar kebohongan. Dengan cara ini, mereka berupaya menggoncang hati kaum muslimin.

  1. Menyuruh kemungkaran dan melarang yg makruf

Allah berfirman :

المنافقون والمنافقات بعضهم أولياء بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dgn yg lain adalah (sama), mereka menyuruh berbuat yg mungkar dan melarang berbuat yg makruf.

QS at Taubah 67

 

Berkata Syaikh Abdur Rohmah bin Nashir As Sa’dy رحمه الله dlm tafsirnya :

 

Firman Allah :

والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض

*Yaitu :* Karena mereka berserikat dlm kemunafikan, maka merekapun berserikat dlm perwalian dan loyalitas sebagian dgn sebagian lainnya. Dan ini menunjukkan terputusnya bagi orang-orang mukmin untuk memberikan perwalian dan loyalitas kpd mereka (orang-orang munafik).

 

Kemudian Allah mensifati orang-orang munafik secara umum, maka Allah berfirman :

يأمرون بالمنكر

Yaitu : Mereka menyuruh kemungkaran yang berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.

 

Firman Allah juga :

وينهون عن المعروف

Yaitu mereka melarang yg makruf yaitu melarang keimanan, akhlak yg mulia, amal-amal sholeh dan adab-adab yg baik.

 

Hal ini mereka lakukan karena kebencian dan permusuhan mereka kpd agama Islam dan umat Islam. Disamping itu mereka menginginkan kerusakan dimuka bumi dgn kekufuran, kesyirikan, kefasikan dan kemaksiatan. Anda dapat melihat mereka mempropagandakan kebebasan wanita, merusak dan melucuti jilbab dan hijab, memasyarakatkan lagu, majalah porno, narkoba dll. Disamping mereka melarang dakwah kpd tauhid, melarang kaum muslimin yg melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar, jihad fi sabilillah. Mereka juga menghalang-halangi persatuan umat Islam dan tegaknya syareat Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin.

 

13. Menyangkal takdir

 

Allah berfirman :

الذين قالوا لإخوانهم وقعدوا لو أطاعونا ما قتلوا

Orang-orang yg mengatakan kpd saudara-saudaranya dan mereka tdk turut pergi berperang,”Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tdk terbunuh.”

QS Ali Imron 168

 

Saat kaum muslimin keluar untuk perang Uhud, kaum munafik berkata : “Kalian tdk usah keluar, jangan berperang. Disini, duduk saja bersama kami.” Namun, kaum muslimin menampik ajakan mereka. Kaum muslimin tetap keluar berperang, dan akhirnya mati sebagai syahid. Kontan kaum munafik pun berlagak di berbagai majlis,”Kami sdh sarankan kpd mereka, kami telah menyampaikan nasehat kpd mereka, dan kami juga telah banyak berpesan, tapi mereka membandel. Sekiranya, mengikuti ajakan kami, pasti mereka tdk akan terbunuh.” Maka Allah berfirman :

قل فادرءوا عن أنفسكم الموت إن كنتم صادقين

Katakanlah,”Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yg benar. QS ali Imron 168

 

Demi Allah, mereka memang pendusta. Mereka pasti mati, tak ubahnya keledai yg mati. Sungguh benar apa yg diungkapkan seorang pujangga :

*Camkan! Kehinaan itu bukan krn kehilangan harta.*

*Kematian seekor kambing ataupun onta*

*Kehinaan adalah saat seseorang kehilangan nyalinya*

*sehingga kematiannya itu menyebabkan banyak pula orang yg binasa.*

 

Seorang mukmin selalu berserah diri kpd takdir. Dihadapan matanya terpampang firman Allah :

 

“Tiada sesuatu pun yg menimpa di bumi dan (tdk pula) pada diri sendiri melainkan telah tertulis dlm kitab (Lauhul Mahdudz) sebelum Kami menciptakannya.

QS al Hadid 22

 

Seorang munafik akan selalu saja menyangkal takdir Allah dan tdk ridho terhadapnya. Kalau terjadi musibah, ia kontan berkata,”Bagaimana ini bisa terjadi? Coba aku berbuat begini dan begini sebelumnya, tentu hasilnya tdk demikian.” Ia mudah saja mencerca orang lain dan serta merta mengingkari takdir dan ketetapan Allah.

 

Sementara orang mukmin akan berkata,”Aku beriman dan berserah diri,” Ia sadar, bahwa segala sesuatu terjadi atas dasar takdir dan ketetapan Allah.

 

14. Mencela kehormatan orang-orang sholih

 

Mencela kehormatan orang-orang sholih berbeda dgn mengolok-olok mereka. Mencela setara dgn menggunjing. Allah berfirman :

سلكوكم بألسنة حداد أشحة على الخير

Mereka mencaci kamu dgn lidah yg tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.

QS al Ahzab 19

 

*Tajam*yg dimaksud disini, seperti pedang. Anda bisa saksikan, bila mereka berpaling dari hadapan orang-orang sholih, mereka akan mengecam dan mencemari nama baik mereka dgn menggunjing mereka diberbagai forum.

 

Ibnu Taimiyah رحمه الله menjelaskan bahwa *doa*saja terkadang bisa menjadi *gunjingan,* tergantung niat pelakunya. Kalau anda ditanya,”Bagaimana pendapatmu tentang si fulan,” lalu si munafik menjawab,”Semoga Allah mengampuni kita, dan mengampuninya,” tapi pada dasarnya ia tdk menginginkan Allah mengampuni dosa-dosanya. Ia menghendaki tujuan lain yg hanya diketahui oleh Allah. Atau, ia akan menanggapinya,” Semoga Allah mengampuni kita krn cobaan Allah melalui orang itu!” Atau, bisa saja dgn ucapan,” Semoga Allah memberinya petunjuk!”

 

Bahkan, sekedar ucapan *tasbih* saja bisa mengubah menjadi *gunjingan*. Seperti dijelaskan oleh Ibnu Mubarok رحمه الله ,” Suatu saat disebutkan nama seorang laki-laki dihadapan salah seorang penguasa. Salah seorang menteri ketika itu berkata,” Subhanallah! Maksudnya,’Hati-hati terhadapnya.’ Secara lahiriyah, tampaknya ia bertasbih, namun sejatinya ia sedang menyindir dan mencemooh orang itu.”

 

Semua tujuan hati ini talah diketahui oleh Allah, dan kelak Allah akan membeberkannya di saat semua penghuni kubur dibangkitkan dan seluruh isi hati umat manusia dibongkar. Anehnya, sebagian orang tdk menggubris orang-orang Yahudi ataupun orang-orang Nasroni, tapi selalu saja ia menyudutkan sesama muslimin.

 

Ada seorang lelaki datang menjumpai salah seorang pria sholih, lalu menggunjing salah seorang saudaranya. Pria sholih itu bertanya,” Apakah engkau pernah berperang melawan kaum Romawi?” Lelaki itu menjawab,” Belum.” ” Engkau pernah berperang melawan Persia?” Lelaki itu menjawab,” Juga belum.”

 

Pria sholih itu menukas,” Bangsa Romawi dan Persi bisa selamat darimu, tapi seorang muslim justru tdk pernah selamat dari cercaanmu? Sudah, tinggalkan aku.”

 

15. Meninggalkan Sholat Berjamaah

 

Ini penyakit kronis yg termasuk penyakit paling berbahaya. Dalam Shohih Muslim dari hadits Ibnu Mas’ud رضي الله عنه، Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

 

وما يتخلف عنها الا منافق معلوم النفاق

Yang selalu meninggalkan sholat jamaah hanyalah orang munafik yg sdh jelas-jelas kemunafikannya.

 

Sekiranya anda menyaksikan seorang yg gemuk, sehat, kuat dan banyak waktu senggangnya, serta tdk memiliki udzur yg dibenarkan syariat, lalu dia mendengar adzan dan tdk mau datang ke masjid, maka percayalah dia itu orang munafik.

 

Nabi صلى الله عليه وسلم pernah bersabda, sebagaimana yg tertera dlm sebuah hadits shohih :

 

“Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya. Aku betul-betul ingin memerintahkan dicarikan setumpuk kayu bakar, kemudian aku perintahkan agar dikumandangkan adzan untuk sholat, setelah itu aku perintahkan seseorang mengimami sholat. Lalu aku akan mendatangi orang-orang yg tdk mau hadir dlm sholat jamaah, dan membakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya, kalau salah seorang mereka mengetahui bahwa ia akan mendapatkan tetelan dan daging paha yg empuk (sebagai pahalanya), pasti ia akan mau menghadiri sholat Isya’.

HR Bukhori dan Muslim

 

Dalam lafat imam Ahmad disebutkan :

 

لولا ما في البيوت من النساء والذرية لأقمت الصلاة

Kalau saja di dalam rumah itu tdk terdapat kaum wanita dan anak-anak, tentu sudah ku perintahkan dikumandangkannya iqomah.

HR Ahmad

 

Enggan melakukan sholat berjamaah adalah salah satu ciri kemunafikan. Di rumah, ia hanya sholat dgn istri dan anak-anak, tdk sholat berjamaah di masjid.

 

Kalau hal itu dilakukan secara terus-menerus tanpa ada udzur syar’i, maka percayalah ia adalah orang munafik. Sebab, Allah telah bersaksi bahwa orang seperti itu adalah munafik. Wal ‘iyadzul billah.

 

16. Melakukan kerusakan di muka bumi dgn dalih melakukan perbaikan:

 

Allah berfirman :

وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون. ألا إنهم هم المفسدون ولكن لا يشعرون.

Dan bila dikatakan kpd mereka,”Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi,’ Mereka menjawab,’ Sesungguhnya kami orang-orang yg mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yg membuat kerusakan, tetapi mereka tdk sadar.”

QS Al Baqoroh 11-12

 

Anda akan melihatnya selalu berusaha mengadu domba antar manusia, atau melakukan persaksian palsu, bisa juga mengadu domba seseorang dgn saudaranya, ayah dgn putranya. Selalu saja ia menyebar permusuhan. Tak ubahnya ia seperti abu sisa bakaran api. Kerjanya hanya membakar dan menghancurkan masyarakat.

 

Termasuk berbuat kerusakan di muka bumi yaitu melakukan perbuatan kufur dan perbuatan maksiat seperti memberitahukan rahasia-rahasia orang mukmin kpd musuhnya dan memberikan loyalitas (kecintaan dan ketaatan) kpd orang kafir.

 

Kalau kita mengatakan kpd-nya,” Hai fulan, celaka engkau, bertaqwalah kpd Allah,” maka bisa saja ia menjawab,” ,Sungguh yg kami inginkan hanya perbaikan saja! Hanya Allah saja yg mengetahui bahwa aku sengaja hendak mendamaikan keluarga ini, masyarakat ini, atau suku ini.

 

Padahal,  Allah benar-benar mengetahui bahwa yg ia inginkan hanya kerusakan belaka. Mayoritas perusak antara kabilah dan keluarga adalah kaum munafikin. Anda akan mendapatinya terkadang melakukan sumpah palsu atau berkelit ke sana kemari. Allah berfirman :

 

Dan diantara manusia ada orang yg ucapannya tentang kehidupan. Dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kpd Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yg paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di muka bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman2 dan binatang ternak, dan Allah tdk menyukai kebinasaan.

QS al Baqoroh 204-205

 

17. Berbeda antara yg nampak dengan batinnya

 

Persoalan ini menjadi poros dari sekian persoalan yg ada. Allah berfirman :

 

إذا جاءك المنافقون قالوا نشهد إنك لرسول الله والله يعلم إنك لرسوله والله يشهد إن المنافقين لكاذبون

Apabila orang-orang munafik datang kpdmu, mereka berkata,’Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rosul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rosul-Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orabg pendusta.

QS Al Munafiqun 1

 

Kalau ada yg bertanya,”Siapakah orang-orang yg telah melakukan persaksian dan menganggap benar persaksian mereka, tapi Allah justru mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam neraka?”. Maka jawablah,” Mereka itulah kaum munafik.”

 

Secara lahiriyah, tampaknya mereka membenarkan bahwa Muhammad adalah Rosulullah. Namun, Allah mengingkari pengakuan hati mereka. Persaksian mereka yg jujur secara lahiriyah tsb akan mencampakkan mereka ke dalam neraka. Jadi, ketidakselarasan antara lahiriyah dgn batinnya adalah ciri kaum munafik. Secara lahiriyah tampak bagus, tapi hatinya busuk. Secara lahiriyah tampaknya ia khusyuk, tapi hatinya selalu lalai dan lengah.

 

Salah seorang ulama salaf mengungkapkan,”Aku berlindung kpd Allah dari kekhusyuan yg munafik.” Rekan-rekannya bertanya,”Kekhusyukan yg munafik itu bagaimana?” Ia menjawab,” Anggota tubuhnya terlihat tenang dan teduh, tapi hatinya tdk khusyuk.

 

18. Kikir :

 

Kaum munafik adalah orang-orang yg paling pelit dlm urusan dunia dan perbuatan baik. Anda bisa lihat, untuk sebuah acara walimahan, mereka bisa menyembelih hingga puluhan kambing hanya untuk riya’ dan sum’ah semata. Tapi, bila ia diminta untuk berinfak, untuk keperluan membangun masjid, atau untuk jihad, maka ia hanya mau mengeluarkan 10 riyal, itu pun dgn perhitungan yg sangat njelimet. Untuk sedekah dgn jumlah itu mereka masih meminta didoakan, dan menitipkan sedekahnya itu disisi Allah, yg Dia memang tdk pernah menyia-nyiakan titipan apa pun juga! Masih ditambah lagi, ia meminta syarat agar Allah membangunkan untuknya istana putih disebelah kanan surga.

 

Allah berfirman :

 

المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dari sebagian yg lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat mungkar dan melarang berbuat yg makruf dan mereka menggenggam tangannya. Mereka telah lupa Allah, maka Allah melupakan mereka.

QS at Taubah 67

 

Mereka selalu saja menahan diri dan enggan berderma, padahal mereka mampu. Itu adalah salah satu dari ciri kemunafikan.

 

Berkata Adz Dzahabi رحمه الله :

ما أقبح بالعالم الداعي إلى الله الحرص وجمع المال

Alangkah jeleknya orang alim yg menyeru kpd Allah (tapi punya sifat) tamak (terhadap dunia) dan mengumpul-ngumpulkan harta.

 

19. Melupakan Allah :

 

Mereka ingat segala sesuatu kecuali Allah. Karenanya, anda akan mendapati diantara mereka yg sanggup mengingat segala sesuatu; keluarga, anak, berbagai jenis lagu, hingga segala cita-cita dlm hidupnya di dunia, kecuali dzikir kpd Allah. Dalam hatinya hanya terlintas segala tipu daya belaka. Karena hatinya memang sdh mati.

 

Melupakan Allah termasuk musibah terbesar yg dialami oleh kaum munafik. Firman Allah :

 

نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون

Mereka melupakan Allah, sehingga Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik mereka adalah orang-orang fasik.

QS at Taubah 67

 

استخوذ عليهم الشيطان فأنساهم ذكر الله

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.

QS al Mujadalah 19

 

Al Ghozali, penulis kitab al Ihya’ menjelaskan, *”Orang yg menyukai sesuatu, maka ia akan sering mengingatnya.”* Karenanya, bila seorang ahli di bidang produksi barang atau ahli membuat souvenir masuk ke sebuah rumah, maka masing-masing akan selalu ingat barang produksi itu, memandang, mengingat dan menyukainya. Bila seorang tukang kayu yg masuk rumah, maka ia akan memandang jendela dan pintu. Seorang dekorator, pasti senang melihat berbagai dekorasi dan warna warni segala sesuatu. Seorang ahli tenun atau ahli membuat permadani, selalu saja matanya memandang ke arah lantai. Selalu dan kapan saja, mereka akan membicarakan hal-hal yg terkait dgn keahlian mereka itu.

 

Orang yg mencintai Allah otomatis juga sering mengingatNya. Adapun orang munafik, maka hal yg paling dibencinya adalah mengingat Allah. Ia melupakan Allah, dan Allah pun melupakannya. Arti dari ungkapan,”Allah melupakan mereka”, yaitu meninggalkan mereka.

 

20. Menyangkal Janji Allah dan Rosulullah

Mereka mengatakan sebagaimana yg ditegaskan oleh Allah di dlm firman-Nya :

 

وإذ يقول المنافقون والذين في قلوبهم مرض ما وعدنا الله ورسوله الا غرورا

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yg hatinya berpenyakit berkata,”Yang dijanjikan Allah dan Rosul-Nya kpd kami hanya tipu daya belaka.

QS al Ahzab 12

Sebab turunnya ayat diatas, saat perang Ahzab, Rosulullah صلى الله عليه وسلم ikut datang ke penggalian parit Khondaq bersama para sahabat. Para sahabat menggali parit, sementara Rosulullah صلى الله عليه وسلم menemukan sebongkah batu karang. Rosulullah صلى الله عليه وسلم segera turun dgn membawa kapak besar, lalu memukulnya ke batu karang itu, sehingga memercikkan api. Lalu beliau memukulkannya lagi, kembali keluar percikan api. Lalu beliau memukulkannya lagi, kembali keluar percikan api. Beliau berkata, *”Aku diperlihatkan dua bentuk harta karun, merah dan putih. Keduanya itu akan dianugerahkan kpd umatku.”* Setidaknya demikianlah makna sabda Nabi صلى الله عليه وسلم tsb. Kaum munafik kontan saling memberi isyarat dgn kedipan mata kpd teman-teman mereka. Kala itu mereka berada disekeliling parit tsb. Mereka berkata, *”Lihatlah, ia memberikan kita angan-angan memperoleh harta karun Kisra dan Kaisar, padahal diantara kita masih ada yg tdk bisa terkencing saking takutnya.”*

 

Lalu, Allah merealisasikan janji tsb, dan memberikan pertolongan kpd umat Islam dan para sahabat Rosulullah صلى الله عليه وسلم, sehingga mereka dapat melakukan berbagai penaklukan diberbagai belahan bumi. Segala puji dan karunia hanyalah milik Allah.

اللهم اجعلنا هداة مهتدين

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yg memberi petunjuk (ilmu) yg mendapatkan petunjuk.

 

Abu Mu’tashim billah

 

Pertanyaan:

Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz, saya ingin bertanya tentang apakah kita sebagai seorang muslim disunnahkan untuk membunuh cicak?. Dan kemudian apa hukum membunuh cicak itu sendiri? sekian Jazakumullah khairan katsira (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan yang banyak).

Jawaban kami

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Terimakasih kepada saudara/ i yang telah mengajukan pertanyaan kepada majalah taujih ini, semoga dengan pertanyaan yang diajukan kepada kami ini mampu memberikan pencerahan kepada saudara-saudara muslim lainnya yang memiliki pertanyaan yang sama.
Bagi para pembaca budiman yang memiliki pertanyaan masalah keislaman bisa mengajukan kepada kami melalui link ajukan pertanyaan ini.

Hukum membunuh cicak menurut islam

Hukum membunuh cicak dalam agama Islam adalah Sunah. Hal ini disebabkan oleh kisah cicak yang akhirnya berpihak kepada Namrud Ibn Kan’an untuk ikut membakar Nabi Ibrahim AS. Beberapa hadis bahkan sangat menganjurkan umat muslim untuk membunuh cicak yang mendapat gelar sebagai hewan fasiq dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Imam Nawawi dalam syarah shahih Muslim menyebutkan ‘illat (alasan) bahwa cicak digolongkan hewan yang fasiq karena ia merupakan hewan yang memberikan dampak mudharat dan mengganggu manusia.

Dikisahkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash r.a, bahwa Nabi Saw memerintahkan (umatnya) untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor cicak dengan satu pukulan dicatat baginya seratus kebaikan, dalam dua pukulan pahalanya kurang dari itu, dalam tiga pukulan pahalanya kurang dari itu.” (HR. Muslim).

Kemudian Al-Munawi mengatakan, “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat tercela, sementara dulu, dia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” (Faidhul Qadir).

Tak hanya itu, sebuah hadis lain juga mengisahkan tentang Aisyah yang mengatakan, “Aku mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membunuh cicak maka Allah akan menghapus tujuh kesalahan atasnya.” (HR Thabrani)

Berlanjut dari hadis tersebut, Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadis yang mengisahkan bahwa ia bertemu dengan Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak. Dia pun bertanya kepada Aisyah, ”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?” Aisyah menjawab,”Kami baru saja membunuh cecak-cecak. Sesungguhnya Nabi saw pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah).

4 Pembagian Binatang Menurut Imam As-Suyuthi

Imam Suyuthi menyebutkan bahwa Binatang – binatang itu terbagi menjadi empat macam.

  • Pertama, adalah binatang yang didalamnya terdapat manfaat dan tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh maka ia tidak boleh dibunuh justru dianjurkan untuk dikonsumsi. Contohnya adalah ayam, kambing, sapi dll.
  • Kedua, adalah binatang yang di dalamnya mengandung bahaya dan tidak bermanfaat bagi tubuh maka dianjurkan untuk dibunuh. Contohnya adalah ular, kalajengking, cicak dll.
  • ketiga, adalah binatang yang di dalamnya mengandung manfaat positif bagi tubuh namun sekaligus juga berbahaya bagi manusia maka tidak dianjurkan dan tidak pula dimakruhkan untuk membunuhnya. Contohnya adalah seperti burung elang.
  • Keempat, adalah jenis Binatang yang tidak mengandung manfaat didalamnya dan tidak pula berbahaya bagi manusia maka ia tidak diharamkan dan tidak pula dianjurkan untuk membunuhnya. Contohnya adalah seperti ulat, serangga dan lainnya.

Hukum membunuh Cicak menurut sains

Tak cuma lewat hadits, ternyata dalam sains juga disebutkan bahwa cicak membawa ribuan bakteri berbahaya dalam mulut. Meski dikatakan tidak berbisa atau tidak langsung menyebabkan kematian, namun hama cicak juga bisa merugikan manusia.

Dilansir laman nbc, Eugene Onah, seorang dosen ilmu biologi lingkungan dan zoologi di Universitas Nigeria, mengatakan bahwa cicak memang tidak beracun. Namun bakterinya cukup berbahaya bagi manusia.

“Seseorang tidak akan mati secara otomatis hanya karena cicak jatuh ke dalam makanan seseorang, namun cicak membawa ribuan bakteri dalam mulutnya. Maka kecenderungan seseorang terinfeksi dari bakteri itu juga sangat tinggi.”

Beberapa bakteri berkembang biak dalam waktu singkat yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh seseorang dalam waktu singkat.

Menurut Animal Diversity Web, database yang ditulis oleh University of Michigan di AS, menyebut air liur dan kulit cicak bahkan mengandung bakteri salah satunya e-coli.

Bakteri ini bisa menyebabkan masalah sakit dan kram perut, bahkan demam. E-coli umumnya menjadi penyebab masalah pada saluran pencernaan.

Pahala membunuh cicak.

Mengenai hal ini, Nabi Saw menjelaskan perihal pahala yang akan didapatkan dengan mengamalkan anjurannya. Disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa membunuh cicak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu dari kebaikan. Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu yakni kebaikan yang berbeda dengan yang pertama. Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.” (HR. Muslim).

Apa Hikmah Membunuh cicak Bagi seorang Muslim?

Lantas kita sebagai seorang muslim pasti bertanya kenapa kita perlu membunuh cicak?, dan apa saja hikmah yang akan kita dapatkan jika kita membunuh hewan cicak ini.

Berikut ini adalah hikmah yang akan kita dapatkan jika kita membunuh hewan cicak ini:

  • 1.  Mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW

Didalam agama islam membunuh cicak merupakan sunnah dari nabi muhammad saw. Kita akan mendapatkan pahala karena kita mengikuti sunnah dari baginda nabi besar kita.

Dari hadits yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dalam sekali pukul, maka ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dalam dua kali pukulan kurang dari itu (seratus kebaikan), dan dalam tiga kali pukulan, kurang dari itu.” (HR. Muslim)hadist diatas menunjukkan bahwa membunuh cicak adalah sebuah anjuran sunnah dari baginda nabi muhammad saw.

  • 2. Sebagai bentuk kecintaan kita kepada nabi muhammad saw

sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk mencintai nabi muhammad saw. Dan salah satu cari kita mencintai beliau adalah dengan mengerjakan sunnah-sunnah yang beliau ajarkan kepada ummat nya.

  • 3.Mengurangi populasi penyebab penyakit di lingkungan kita

Islam dengan begitu sempurnanya menyuruh ummat nya untuk membunuh cicak dengan melalui perintah sunnah nabi Nya.

Tentu saja islam tidak mungkin menyuruh begitu saja tanpa ada hikmah nya, hikmah kita disunnahkan untuk membunuh cicak adalah agar lingkungan kita terhindar dari racun-racun yang ada didalam tubuh cicak itu sendiri.

 

Wallahu alam bissawab.