ASAL USUL BANGSA ROMAWI

63

ASAL USUL BANGSA ROMAWI


Dahulu, sebelum agama nashrani masuk ke negri itu, bangsa romawi memeluk agama orang-orang yunani, yunani sendiri merupakan anak cucu dari Yafits bin nuh, mereka sebenarnya bersepupu dengan bangsa At-turk. Bangsa yunani sendiri adalah penyembah bintang yang tujuh yang disebut,Al-mutahayyirah. Tempat tinggal mereka meluas hingga kutub utara dunia, mereka yang membangun kota Damaskus, dan mendirikan peribadatan.
ereka adalah al-‘aish bin ishaq bin ibrahim. Al-‘aish sendiri adalah saudara kandung nabi Ya’kub ‘alaihissalam, dengan demikian, bangsa romawi merupakan sepupu dari bangsa bani israil, mereka sering pula disebut bani al-ashfar.

Pada tempat peribadatan (kuil-kuil) iti di bangun gedung- gedung yang tinggi atau menara yang semuanya menghadap utara. Bangsa romawi masih menganut agama orang-orang Yunani sampai di utusnya nabi ‘Isa bin Maryam ‘alaihis salam, mereka menganut agama orang Yunani kurang lebih selam 300 tahun

Raja Syam berikut negri Al-Jazirah dipanggil dengan sebutan kaisar, raja romawi pertama yang memeluk agam nashrani adalah Kaisar Konstantin bin Qishthis, di samping ibunya, Maryam Al-Hailaniyyah Asy-Syadqaniah, seorang wanita dari negri Harran. Sebenarnya yang lebih dahulu masuk agama nashrani adalah ibunya sendiri, kemudian sang ibu mengajak anaknya memeluk agama nashrani, sebelum masuk agama kristen, kaisar konstantin menjadi seoang filsuf, ia akhirnya mengikuti ajakan ibunya, ada yang mengatakan ia masuk agamanashrani sebagai trik saja , bukan sebenarnya.

Pada masanya, orang-orang nashrani berkumpul dan berdiskusi mengenai dogma-dogma ajaran nashrani dengan ‘Abdullah bin arius, diskusi itu melahirkan perdebatan yang tidak ada ujungnya. Hanya saja, dari sekian banyak manusia yang mengikuti diskusi itu, sebanyak 318 uskup membentuk kesepakatan bersama. Mereka merumuskan dogma- dogma aqidah untuk diserahkan kepada kaisar konstantin , dogma-dogma itu mereka namakan “amanah agung” padhal sejatinya adalah “pengkhianatan yang hina”.

Mereka membuat undang-undang yang memuat hukum haram, halal, dam hukum-hukum lain yang dibutuhkan, mereka merombak total agama Al-Masih ‘Isa bin Maryam, mereka menambah-nambahkan syariat Nabi ‘Isa dan terkadang menguranginya. Mereka berkiblat ke arah timur , mereka mengganti hari libur dari sabtu ke ahad, mereka menyembah tiang salib , menghalalkan babi, membuat hari raya baru seperti hari raya di salibnya Nabi ‘Isa (menurut persangkaan mereka), hari raya paskah, hari raya ghothas, serta hari hari raya lainya, mereka membuat istilah sendiri untuk tingkatan dalam kepemimpinan agama, mulai baba (paus), ini yang tertinggi, lalu al-bataarikah (ketua para kepala uskup), lalu almutarinah (uskup kepala) kemudian uskup, al qasaqisah kemudian as syamaamisah. Mereka membuat aturan baru dalam bidang kependetan.

Raja mereka (konstantin) membangun untuk mereka gereja –gereja dari rumah-rumah ibadah. Ia membangun sebuah kota yang di hubungkan gengan namanya sendiri, yakni Konstantinopel (arab_قسطنطنيّة).

Sebuah kabar mengatakan bahwa Raja Konstantin pada saat pemerintahanya, memmbangun 12.000 gereja, ia pun membangun Betlehem dengan 3 buah bangunan tinggi, sementara ibunya membangun gereja besar yang bernama Qumamah. Mereka itulah yang di beri nama dengan sekte Al-mulkiyyah, artinya mereka (orang- orang romawi) yang memeluk agama sang raja.

 

 

 

Subscribe to our newsletter
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time
Leave A Reply

Your email address will not be published.